Perlunya Pengadaan Taman Baca untuk Menunjang Pendidikan Indonesia
beritapapua.id - Ilustrasi malas membaca. (Foto: grademiners)

Taman Baca Masyarakat (TBM) merupakan lembaga pembudayaan masyarakat, yang menyediakan dan memberikan layanan di bidang bahan bacaan. Beberapa juga menyebutkan bahwa TBM ini merupakan tempat masyarakat memperoleh atau bertukar informasi, menambah ilmu pengetahuan, dan juga cocok sekali untuk anak-anak ataupun orang dewasa yang baru dan berkeinginan untuk belajar membaca.

TBM ini didirikan di desa-sesa sebagai salah satu bentuk kemudahan yang diberikan kepada masyarakat untuk belajar. Sehingga masyarakat juga dapat meningkatkan kualitas diri. Ada juga taman baca yang terletak di kota-kota besar, biasanya dekat dengan sekolahan ataupun universitas, yang diperuntukan untuk para peserta didik.

Sebenarnya, Program Taman Bacaan Masyarakat sudah ada sejak lama. Program ini dimulai sejak tahun 1992/1993 yang merupakan pembaruan dari Taman Pustaka Rakyat (TPR). TPR didirikan oleh masyarakat pada tahun 1950-an dengan tujuan untuk meningkatkan minat baca dan budaya baca masyarakat. Singkatnya, sebagai gambaran, TBM ini mirip seperti perpustakaan mini dengan fasilitas sederhana.

Minat Masyarakat dalam Membaca

Banyak taman baca dibeberapa desa sudah didirikan, meskipun begitu, tidak sedikit yang akhirnya terbengkalai dan mulai ditinggalkan. Hal ini menunjukan bahwa pembuatan fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar masyarakat tidaklah cukup, jika tidak didasarkan oleh kesadaran individu masyarakat itu sendiri.

Masyarakat kini dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi hanya dari segenggam smartphone. Pentingnya interaksi yang didapat dari tatap muka dan keseruan belajar bersama di perpustakaan ataupun taman baca perlahan menghilang. Hal itu merupakan salah satu penyebab munculnya masyarakat yang individualis.

Baca Juga: Pemkot Jayapura Siapkan 430 Unit Meja di Pasar Baru Youtefa Untuk Pedagang

Di era modern dan kemudahan untuk mengakses informasi ini, beberapa hal perlu diperhatikan agar membangkitkan gairah masyarakat untuk menggunakan kembali taman baca yang sudah disediakan. Upaya tersebut misalnya bisa dengan menempatkan beberapa tenaga kerja yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi untuk menuntun peserta taman baca nantinya, selain itu ada pula lokasi taman baca yang perlu diperhatikan, menyediakan buku-buku menarik serta membuat berbagai acara yang terkait dengan kegiatan membaca.

Acara-acara yang cocok misalnya kegiatan membaca buku bersama hingga lomba-lomba. Lomba tersebut juga bisa divariasikan, seperti misalnya lomba membaca puisi, lomba dongeng dan lomba lainnya. Hadiahnya juga tidak perlu mewah dan mahal, kalian bisa menghadiahkan buku tulis ataupun buku lainnya.