Izin Tinggal Turis
Permasalahan Izin Tinggal Turis di Indonesia

Permasalahan Izin Tinggal Turis di Indonesia – Polemik Kristen Gray yang memantik kemarahan masyarakat Indonesia, terutama di media sosial. Hal tersebut merupakan puncak saja dari gunung es. Gaya hidup Digital Nomad maupun yang sempat menjadi perhatian kita dua tahun yang lalu, dengan istilah Begpecker (mengemis untuk berwisata) sudah menjadi permasalahan klasik di dunia pariwisata Indonesia.

Wisatawan atau turis asing yang melebihi izin tinggalnya sebenarnya merupakan fenomena yang lazim kita temui di daerah-daerah wisata di Indonesia. Bali sebagai destinasi yang menjadi favorit turis asing ini sebenarnya sudah lama bergelut dengan masalah yang sama.

Izin Tinggal Turis di Indonesia

Baca juga: Bule Kerja di Indonesia, Bagaimana Hukumnya?

Sebenarnya turis asing yang ingin tinggal lebih lama di Indonesia, hanya perlu menjalani beberapa prosedur yang tidak rumit. Ada dua jenis izin tinggal yang bisa dimiliki oleh turis asing dengan prosedur alih status. Yakni; Izin Tinggal Sementara atau ITAS dan Izin Tinggal Tetap atau ITAP yang memiliki durasi yang lebih lama lagi.

Kedua izin ini merupakan kebijakan turunan dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, yakni melalui Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 16 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pemberian Visa dan Izin Tinggal Bagi Tenaga Kerja Asing (Permenkumham 16/2018).

ITAS dapat diberikan kepada orang asing dengan tujuan bekerja di Indonesia untuk waktu paling lama dua tahun dan dapat diperpanjang dengan durasi dua tahun, serta tidak melebihi enam tahun.

Baca juga: Kisah Janna, Siswi SMP Fakfak yang Jadi Duta Papua Barat

Untuk bisa memperoleh ITAS, orang asing harus memasukkan permohonan melalui aplikasi di Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk dengan wilayah kerja meliputi tempat tinggal orang asing tersebut. Oleh karena itu, orang asing harus mendapatkan rekomendasi dari sebuah instansi atau lembaga pemerintahan serta surat dari penjamin.

Untuk orang asing yang ingin bekerja atau tinggal lebih lama dari enam tahun di Indonesia, maka ia akan memerlukan ITAP. ITAP dapat diberikan kepada orang asing melalui alih status, dengan jangka waktu paling lama lima tahun. Serta dapat diperpanjang untuk jangka waktu tidak terbatas sepanjang izin tinggalnya tidak dibatalkan.

Untuk memperoleh ITAP, orang asing harus bisa membuktikan bahwa ia telah tinggal di Indonesia. Lama tinggal di Indonesia yaitu selama tiga tahun berturut-turut dengan menggunakan ITAS. Jenis jabatan atau pekerjaannya pun, diatur melalui Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.