Perpustakaan Bagi Seluruh Anak Indonesia oleh BFM
beritapapua.id - Perpustakaan Bagi Seluruh Anak Indonesia oleh BFM - Tribun Jogja

Perpustakaan Bagi Seluruh Anak Indonesia oleh BFM – Sekolah dan belajar adalah dua kata yang melekat erat pada pendidikan. Pendidikan menjadi sebuah kunci bagi kehidupan yang lebih baik, sebuah jalan yang bisa menjadikan manusia menjadi terdidik dan memiliki laku yang bijaksana.

Pendidikan tak boleh dibatasi hanya dengan menempuh pendidikan formal di Sekolah dan menerima selembar ijazah atas sebuah keilmuan yang terukur pada deretan angka. Membicarakan pendidikan, maka tak lepas dari kumpulan anak-anak bangsa yang setiap mereka berhak mendapat akses pendidikan yang layak.

Dalam banyak kasus, kita seringkali menemukan ketidakadilan dalam pendidikan di Indonesia. Sistem yang terpusat dan sangat mengerucut pada kehidupan dan cita-cita masyarakat kota juga menjadi sebuah dilemma yang tidak relevan untuk Indonesia dengan ragam dan latar yang beragam.

Kepekaan atas nama Indonesia kemudian membuat sekumpulan anak-anak muda menemukan sebuah kasus yang menyadarkan mereka untuk bisa berkontribusi lebih pada anak-anak Indonesia di daerah terpencil.

baca Juga: Rianti Cartwright Melahirkan Anak Pertama, Setelah Menikah 9 Tahun

Lahirnya Komunitas Book For Mountain

Komunitas Book For Mountain (BFM) lahir diawali adanya sebuah kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diselenggarakan UGM pada 2010. Saat itu bagian kelompok KKN yang ditempatkan di Lombok Timur memiliki sebuah program. Programnya adalah membangun perpustakaan di sekolah yang berada pada lokasi tersebut. Perpustakaan merupakan salah satu aspek yang penting untuk dimiliki setiap sekolah. Menumbuhkan minat baca pada anak-anak diawali dengan tersedianya fasilitas seperti buku dan perpustakaan itu sendiri.

Hal ini semata-mata karena melihat bahwa di lokasi tersebut memang belum terdapat perpustakaan yang menjadi ruang baca anak-anak. Akhirnya didirikanlah enam perpustakaan di sekolah yang berbeda.

Usai dari kegiatan tersebut kemudian sebagian besar dari kelompok KKN itu sepakat untuk membuat sebuah komunitas yang memang fokus untuk membangun perpustakaan di pelosok-pelosok Indonesia. Hal ini didorong rasa ingin berbagi untuk berperan secara kolektif pada permasalahan pendidikan di Indonesia.

Komunitas ini kemudian  diberi nama “Book For Mountain”. Mountain atau gunung memiliki arti sebuah simbol atau ilustrasi yang mewakili sekolah-sekolah yang berada di daerah pelosok Indonesia.

Komunitas ini telah membangun 22 perpustakaan dan 1 sekolah darurat di 19 desa dan 8 pulau yang tersebar di seluruh Indonesia.