Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan pidato dalam perayaan Hari Kemenangan Rusia atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia 2, Selasa (9/5/2023).

Dalam momen tersebut, Putin mengatakan kepada orang-orang Rusia bahwa dunia berada pada titik balik utama dan mereka terlibat dalam perjuangan patriotik untuk masa depan negara mereka.

“Hari ini, peradaban sekali lagi berada pada titik balik yang menentukan. Perang nyata¬†telah dilancarkan terhadap tanah air kita. Kita telah memukul mundur terorisme internasional, kita akan melindungi penduduk Donbas, kita akan memastikan keamanan kita,” kata Putin, seperti dilansir¬†Reuters.

Dalam pidato selama 10 menit di Lapangan Merah tersebut, Putin mengulangi pesan akrab yang telah dia sampaikan berkali-kali selama hampir 15 bulan perang Rusia di Ukraina.

Dia mengatakan “elit globalis Barat” menaburkan Russophobia dan nasionalisme agresif, sementara rakyat Ukraina telah menjadi “sandera kudeta negara” dan ambisi Barat.

“Bangsa Ukraina telah menjadi sandera kudeta yang mengarah pada rezim kriminal yang dipimpin oleh tuan Baratnya. Itu telah menjadi pion bagi rencana kejam dan egois mereka,” tegas Putin.

Dia tidak membahas tantangan yang dihadapi Rusia saat pasukannya mempersiapkan serangan balasan besar yang diharapkan oleh Ukraina, atau menguraikan jalan menuju kemenangan.

Yang pasti, dia mengatakan Putin Barat telah melupakan kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman pada 1945.

Pidato tersebut, diikuti oleh parade militer besar-besaran melintasi Lapangan Merah, berlangsung menyusul gelombang serangan di dalam Rusia bulan ini, termasuk serangan pesawat tak berawak di benteng Kremlin itu sendiri kurang dari seminggu yang lalu.