Pesawat Dengan Muatan 3 Ton Solar Tergelincir di Bandara Karubaga
beritapapua.id - Pesawat Dengan Muatan 3 Ton Solar Tergelincir di Bandara Karubaga - BuserKriminal

Pesawat Pelita Air yang mengangkut 3 ton solar dikabarkan tergelincir di Bandara Karubaga Kabupaten Tolikara, Papua, Selasa (9/6/2020) pagi sekitar pukul 09.15 WIT.

Meski demikian, Pilot pesawat dengan nomor registrasi PK-PAG, Anderson Matthew James, terluka. Ban pesawat tergelincir dan mengalami crash landing saat akan mendarat. Akibatnya, pesawat meluncur dan menabrak pagar landasan pacu bandara Karubaga. Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol, Ahmad Musthofa Kamal.

“Pilot mengalami luka lecet sehingga dievakuasi untuk ditangani di RSUD Karubaga,” kata Kamal dalam keterangan tertulis, Selasa pagi.

Pesawat yang dikemudikan oleh pilot asal Selandia Baru ini terbang dari Bandara Mozes Kilangin, Kabupaten Mimika, sekitar pukul 08.00 WIT. Menurut keterangan, saat ini muatan solar yang diangkut pesawat tersebut sudah diamankan. Polisi masih menyelidiki lebih lanjut perihal penyebab pesawat tersebut tergelincir.

“Lokasi sudah ditarik garis polisi untuk proses penyelidikan guna mengetahui penyebab kecelakaan,” tutur Kamal.

Dalam kejadian tersebut, Kamal menuturkan tidak ada korban jiwa.

Baca Juga: Kota Ambon Masuk Zona Merah Covid-19

Selayang Pandang Bandara Karubaga

Distrik Karubaga merupakan Ibu Kota Kabupaten Tolikara. Akses untuk menuju ke sana dapat menggunakan jalur darat dan udara. Dari Wamena menggunakan jalur darat membutuhkan kurang lebih 3 sampai 4 jam. Sedangkan menggunakan jalur udara hanya memakan waktu 40 menit saja.

Kehadiran Bandara Karubaga membuat akses menuju Tolikara lebih mudah. Bandara tersebut memiliki landasan pacu seluas 750 meter x 23 meter. Dengan luas tersebut, bandara ini hanya bisa disinggahi pesawat tipe DHC6, carapan dan pilatus saja. Meski disebut sebagai kebutuhan vital, bandara ini tidak bisa diperluas lagi.

Terletak di atas pegunungan, ide untuk mengembangkan dan memperluas Bandara Karubaga sulit direalisasikan. Kepala Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Karubaga, Markus Roni, pada tahun 2019 telah mengembangkan pengaspalan atau overlay runway dan apron. Namun, pengembangan tidak bisa lebih dari itu lantaran terkendala lahan.

Hal ini dilandasi oleh lokasinya yang berdekatan dengan permukiman warga. Bagian kanan landasan pacu Bandara Karubaga berbatasan langsung dengan pemukiman masyarakat. Kedua, bagian sebelah kiri berbatasan langsung dengan pemukiman masyarakat, Pasar Muara Giling Batu serta jurang yang dalam.

Oleh karena itu, pengembangan sulit dilakukan. Dengan demikian, pihak pengelola hanya berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan bandara serta fasilitas umum.