Pesona Raja Ampat
Pesona Raja Ampat Tanah Papua Milik Indonesia

Bumi Cenderawasih seperti kita ketahui menyimpan sejuta pesona alam yang tak bakal habis kita eksplorasi dalam kekaguman. Dari Pesona Raja Ampat yang sudah mendunia, sampai keeksotisan Danau Sentani yang memukau. Keramahan masyarakat serta warisan budaya dan tradisi yang mengakar kuat dalam setiap lini kehidupan di sana menjadi daya tarik akan sebuah nilai orisinalitas dalam pesona wisata Papua.

Keindahan Raja Ampat merupakan keniscayaan yang bakal menghipnotis visual siapa saja yang datang mengunjunginya. Terletak di Papua Barat, gugusan empat pulau ini menjadi destinasi penikmat wisata selam dari seluruh dunia. Bukan tanpa alasakan Raja Ampat menjadi destinasi bagi para penyelam dunia. 540 jenis karang yang hidup di perairannya menjadi daya tarik serta corak dalam kelengkapan flora dan fauna bawah air yang mendiami perairan Raja Ampat.

Menyelam ditemani kuda laut dan ikan pari Manta menjadi suatu pengalaman yang hanya bisa ditemui di Raja Ampat. Selain kelengkapan flora dan fauna yang memukau, fosil sisa pesawat karam yang menjadi peninggalan Perang Dunia II pun bisa dijumpai di beberapa tempat penyelaman seperti Pulai Wai sebagai pelengkap keindahan yang sangat dicari oleh para penyelam. Peninggalan prasejarah seperti cap tangan di dalam gua yang berusia sekitar 50.000 tahun juga ikut menghiasi romansa keindahan dari Kepulauan yang dipercaya merupakan bagian dari Kerajaan Tidore, Maluku, ini.

Baca juga: Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Gaya Hidup

Pesona Raja Ampat

Di balik nuansa keindahan Kepulauan Raja Ampat, masyarakatnya juga menjadi proyeksi tentang apa itu toleransi. Kerukunan ini ditunjukkan dalam kebersamaan menjalani keyakinan yang berbeda dalam satu marga atau kehidupan bertetangga. Keberagaman ini dijalani dalam sebuah harmoni. Acara adat pun dilakoni tanpa membeda-bedakan agama.

Perjalanan untuk mencapai Raja Ampat sendiri sudah merupakan suatu petualangan kecil. Dari Sorong untuk mencapai Raja Ampat kita harus ke pelabuhan Sorong dan menggunakan kapal Pinisi kecil, dengan kapal cepat atau kapal lambat yang jadwal keberangkatannya tentative. Atau bisa juga jika merasa sedikit “sultan”, dari Sorong menggunakan pesawat kecil untuk langsung tiba di Waisai, Ibu Kota dari Kepulauan Raja Ampat.

Bagaimana? Tertarik untuk menghabiskan waktu liburan dengan berpetualang dari pulau ke pulau di Raja Ampat? Yang pasti pengalaman ini akan menjadi pengalaman liburan yang tak habis diceritakan dan dibanggakan kepada kolega maupun teman. Tetapi kita juga harus sadar, dengan gencarnya pariwisata Kepulauan Raja Ampat, ada sebuah ancaman terhadap keberagaman hayatinya, misalnya terumbu karang yang rusak akibat ulah dari manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab. Mari kita sama-sama menjaga lingkungan di tempat kita berwisata, sekiranya keindahan serta keberagaman flora dan fauna itu akan terus dilestarikan sampai generasi-generasi selanjutnya.