Pesona Taman Nasional Wasur di Ujung Timur Papua
beritapapua.id - Pesona Taman Nasional Wasur di Ujung Timur Papua - Pedoman Wisata

Pesona Taman Nasional Wasur di Ujung Timur Papua – Tanah Papua memang terkenal akan berbagai wisata alamnya yang masih alami dan memiliki banyak keunikan. Salah satunya adalah Taman Nasional Wasur yang berlokasi di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua yang berbatasan langsung Papua New Guinea. Taman Nasional seluas kurang lebih 431.425,12 hektar ini ditetapkan sebagai taman nasional tanggal 6 Maret 1990. Taman Nasional Wasur sebelumnya merupakan wilayah Suaka Alam yang terdiri dua kawasan konservasi, yaitu Suaka Margasatwa Wasur dan Cagar Alam Rawa Biru. Sampai akhirnya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 448/Menhut-VI/1990 kawasannya ditetapkan sebagai Taman Nasinal.

Terkenal dengan keanekaragaman hayati yang menakjubkan dan menjadi habitat besar hingga 358 spesies burung. Dengan beragamnya ekosistemnya yang terdiri atas lahan basah berupa hamparan padang rumput, rawa, hutan monsoon, hutan pantai, hutan bambu, dan hutan sagu. Yang menjadi habitat alami beberapa jenis flora dan fauna endemik yang dilindungi. Seperti kanguru, walabi, rusa, babi hutan, musang hutan, kuskus dan berbagai satwa liar lainnya.

Kondisi Taman Nasional Wasur memiliki keunikan tersendiri. Dimana pada saat musim penghujan, tanahnya akan berupa rawa, namun bisa musim kemarau tiba maka tanahnya juga kering bahkan sampai retak-retak.

Baca Juga: Youtuber Fadil Jaidi, Tolak Hadiah Mobil dari Raffi Ahmad

Menjadi Kawasan Penelitian dan Destinasi Wisata

Ada banyak sekali kegiatan yang dapat dilakukan di kawasan Taman Nasional Wasur. Mulai dari sekadar bertandang untuk wisata alam, mengadakan penelitian, sampai mengenal lebih dekat sejarah dan budaya. Taman nasional ini juga dijadikan sebagai lokasi penelitian berbagai jenis flora dan fauna sampai bentang alam dan kebudayaan penduduk di sekitar taman nasional.

Salah satu daya Tarik dari Taman Nasional Wasur adalah musamus atau rumah semut. Yang berbentuk kerucut dengan tinggi mencapai 5 m dan lebarnya 2 m. Dimana Musamus ini menjadi tempat tinggal dari koloni rayap. Terbuat dari rumput kering dan lumpur serta liur rayap sebagai bahan perekatnya. Proses pembentukannya hingga tinggi memakan waktu tahunan.

Adapun terkait penduduk lokal yang tinggal di sekitar taman nasional ini adalah suku asli Papua yakni suku Marin yang menetap di Kampung Rawa Biru. Mereka juga turut melestarikan kekayaan alam ini, lewat tradisi untuk memberikan masa jeda dalam memanfaatkan sumber daya alam yang disebut Sasi. Di sini pengunjung dapat menikmati kegiatan tari-tarian seperti tari gasti dan tari etor. Selain itu pengunjung juga dapat mencicipi aneka kuliner khas Papua mulai dari pengolahan sagu, bakar batu atau zeb, dan kumbili.

Untuk transportasi yang dapat mengakses Taman Nasional ini adalah melewati Bandara Mopah di Merauke, kemudian menggunakan jalur darat melalui jalan Trans Papua ke arah perbatasan Sota.