Pidato Pertama Presiden Joko Widodo di Sidang Umum PBB
Beritapapua.id - Pidato Pertama Presiden Joko Widodo di Sidang Umum PBB - Pikiran rakyat

Pidato Pertama Presiden Joko Widodo di Sidang Umum PBB – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (23/9/2020).

Ini adalah pertama kalinya Jokowi berpidato di Sidang PBB setelah selama lima tahun terakhir, Jokowi selalu mendelegasikan tugas tersebut kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Dalam pidatonya, Jokowi memakai Bahasa Indonesia meski beberapa kali menyelipkan kata atau kalimat dalam Bahasa Inggris pada pidatonya tersebut.

Pada pembukaan pidato, Jokowi menyinggung soal perdamaian dunia. Ia menyebut bahwa perang tidak akan menguntungkan siapapun.

Jokowi kemudian menyoroti rivalitas yang terjadi pada dunia saat menghadapi pandemi covid-19.

“Di saat seharusnya kita semua bersatu padu, bekerja sama melawan pandemi yang justru kita lihat adalah masih terjadinya perpecahan dan rivalitas yang semakin menajam,” ujar dia.

Jokowi pun menegaskan bahwa Indonesia akan berkomitmen agar bisa terus berkontribusi dalam perdamaian dunia dan memainkan peran sebagai bridge builder.

“Di saat seharusnya kita semua bersatu padu, bekerja sama melawan pandemi yang justru kita lihat adalah masih terjadinya perpecahan dan rivalitas yang semakin menajam,” ujar dia.

Jokowi mengatakan bahwa spirit kerja sama akan selalu dikedepankan Indonesia, spirit yang menguntungkan semua pihak tanpa meninggalkan satu negara pun. Dalam bagian ini, Jokowi kemudian menyampaikan frasa dalam Bahasa Inggris, “No one, no country should be left behind”.

Baca Juga: Emmy Awards Diadakan Berbeda Tahun ini

Tiga Permintaan Jokowi Pada PBB

"<yoastmark

Dalam pidatonya, Jokowi kemudian menyampaikan tiga permintaannya terhadap PBB.

Yang pertama, Jokowi meminta PBB agar senantiasa berbenah dan melakukan reformasi, revitalisasi dan efisiensi. PBB harus dapat membuktikan multilateral deliverism yang menurutnya merupakan satu-satunya jalan yang dapat memberikan kesetaraan.

Yang kedua, Jokowi meminta agar PBB dapat memperkuat collective global leadership. Menurutnya, dalam hubungan antar negara, setiap negara selalu memperjuangkan kepentingan nasionalnya. Namun Jokowi mengingatkan peran setiap negara agar bisa berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas dan kesehjateraan dunia.

Yang ketiga, Jokowi meminta agar setiap negara saling bekerja sama dalam penanganan covid-19, baik dari sisi kesehatan maupun dari sisi sosial-ekonomi. Ia menekankan bahwa vaksin nantinya akan jadi game changer dalam perang melawan pandemi. Jokowi ingin memastikan bahwa setiap negara mendapatkan akses yang setara terhadap vaksin yang aman dengan harga yang terjangkau. Ia pun menekankan bahwa aktivitas ekonomi harus memprioritaskan kesehatan warga dunia.

“Semua itu dapat tercapai jika semua bekerja sama bekerja sama dan bekerja sama. Mari kita memperkuat komitmen dan konsisten menjalankan komitmen untuk selalu bekerja sama. Demikian terima kasih,” tutup Jokowi pada pidatonya.