Pilkada Serentak Akan Kembali Dimundurkan Karena Covid?
beritapapua.id - Pilkada Serentak Akan Kembali Dimundurkan Karena Covid? - Kompas

Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Perppu Nomor 2/2020 untuk menunda Pilkada Serentak di 270 daerah. Dari semula pencoblosan pada 23 September menjadi Desember 2020. Pelaksanaan Pilkada 2020 juga berpotensi untuk dimundurkan lagi ke tahun 2021, tergantung dari kondisi pandemi covid-19 di Indonesia. Mengutip Arief Budiman, ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ada 2 opsi yang tengah dipersiapkan Pemerintah: yakni ditunda sampai Maret 2021 atau September 2021.

Arief Budiman juga menambahkan bahwa Pilkada bisa dilaksanakan pada Desember 2020, apabila status tanggap darurat dicabut pada 29 Mei. Apabila hal tersebut tidak tercapai, maka opsi kedua bisa dilaksanakan pada Maret 2021. Namun dengan beberapa syarat diantaranya pandemi sudah selesai dan status Pembatasan Skala Berskala Besar (PSBB) sudah dicabut.

KPU sendiri sejatinya sudah mempersiapkan diri untuk pelaksanaan teknis Pilkada di Juni 2020 yang sempat tertunda sebelumnya. Namun mengingat kasus corona di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda akan menurun, tampaknya membuat KPU akan menunda kembali pelaksanaan teknis Pilkada.

Mengutip dari beritasatu.com, Mantan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Johermasyah Johan mengemukakan, Pilkada serentak 2020 harus ditunda satu tahun. Berdasarkan opsi yang dibuat KPU, maka pilkada harus mundur dari 23 September 2020 ke 29 September 2021.

Pengamat Politik Universitas Indonesia, menilai keputusan Pemerintah memundurkan Pilkada Serentak 2020 merugikan banyak pihak. Salah satu dampak yang timbul yakni kosongnya kepemimpinan di daerah yang akan digantikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Daerah. Sedangkan Plt kepala daerah sendiri tidak bisa memutuskan keputusan-keputusan yang strategis kecuali keputusan yang telah diketok pejabat sebelumnya termasuk anggaran.

BacaJuga: DPRD Maybrat Desak Pemda Serahkan LKPJ Tahun 2019

Mundurnya beberapa calon kepala daerah

Kebijakan Pemerintah untuk memundurkan Pilkada Serentak 2020 membuat beberapa calon yang sejatinya siap maju untuk merebut kursi kepemimpinan daerah, memilih untuk mundur. Salah satu diantaranya adalah Achmad Purnomo yang merupakan Bakal Calon Walikota Solo.

Achmad Purnomo mengatakan bahwa, dia berencana mundur apabila Pilkada Serentak 2020 diundur pelaksanaannya. Dia tidak ingin dalam kondisi wabah justru dirinya sibuk dalam urusan pemilihan.

Di tempat terpisah, Bupati Wonogiri Joko Sutopo memastikan akan mundur dari pencalonannya untuk periode kedua jika KPU tetap menggelar Pilkada Serentak pada Desember 2020. Beliau menekankan agar semua pihak untuk fokus dulu dalam penanganan wabah covid-19.