Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong, Papua Barat Daya telah diresmikan sejak tahun 2019 lalu. Setelah diresmikan oleh pemerintah, KEK Sorong sempat beroperasi.

Namun hingga sekarang, menurut Pj gubernur Papua Barat Daya (PBD) Muhammad Musa’ad, KEK Sorong kini dianggap telah mati suri dan perlu direvitalisasi.

“Satu yang harus menjadi perhatian kita adalah Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Sorong, KEK ini sudah ada sejak tahun 2017 dan diresmikan tahun 2019 tapi sekarang mati suri. Nah ini harus kita lakukan revitalisasinya kembali supaya KEK kembali aktif,” ujar Muhammad Musa’ad, belum lama ini.

Padahal yang diharapkan selama ini, KEK Sorong dibangun untuk mendistribusikan hasil industri pengolahan nikel, pengolahan kelapa sawit, hasil hutan dan perkebunan (sagu), serta pembangunan pergudangan logistik.

Hanya saja kata Pj gubernur PBD, apa yang diharapkan pemerintah selama ini tidak berjalan dengan baik. Rencana pemerintah untuk menjadikan KEK Sorong sebagai pemenuhan lapangan kerja pun tidak berjalan baik.

Muhammad Musa’ad berharap, setelah dilakukan revitalisasi, ke depan KEK Sorong akan menjadi kawasan ekonomi khusus yang mampu menekan angka pengangguran di Papua Barat Daya.