Pjs Bupati Keerom: Dialog Untuk Penyelesaian Masalah
Beritapapua.id - Pjs Bupati Keerom: Dialog Untuk Penyelesaian Masalah - Papua.go.id

Pjs Bupati Keerom: Dialog Untuk Penyelesaian Masalah  – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Keerom, Ridwan Rumasukun mengajak masyarakat Keerom untuk selalu  mengepankan dialog dalam menyelesaikan masalah. Ridwan pun menyatakan siap untuk berdiskusi dengan masyarakat membutuhkan bantuan, guna tercipta rasa adil bagi semua pihak.

“Kalau ada hal-hal yang kurang berkenan silahkan salurkan melalui jalur yang ada. Selama saya menjabat di sini saya siap berdiskusi (dengan masyarakat),” Jelas Ridwan.

Terkait pembakaran dua kantor pemda setempat, Ridwan menyikapinya dengan langsung menggelar Rapat Forkompinda di Mapolres Keerom, Jumat (2/10/2020). Yang mana mengahasilkan keputusan bahwa proses pemerintahan akan tetap jalan seperti biasa. Sementara pegawai Disnaker dan BPMK yang kantornya terbakar akan pindah ke kantor otonom.

Sebelumnya, Kamis (1/10/2020) sore, sekitar 250 orang pencari kerja melakukan aksi protes atas pengumuman hasil seleksi CPNS Kabupaten Keerom formasi 2018. Aksi tersebut berujung pada pengrusakan kantor bupati dan pembakaran kantor Disnaker dan BPMK Keerom.

Baca Juga: Mitologi Penciptaan Dunia oleh Masyarakat Arso Papua

Pertemuan antara Pjs Bupati Keerom dengan Tokoh Agama Dan Adat

Pjs Bupati Keerom: Dialog Untuk Penyelesaian Masalah
Beritapapua.id – Pjs Bupati Keerom: Dialog Untuk Penyelesaian Masalah – Papua Times

Selanjutnya Ridwan Rumasukun, menggelar pertemuan dengan para tokoh agama dan adat setempat, Senin (5/10/2020) terkait aksi anarkisme Kabupaten Keerom. Ridwan meminta para tokoh tersebut untuk membantu pemerintah dan aparat keamanan, menciptakan situasi yang kondusif agar roda pembangunan bisa berjalan.

“Saya harap kita semua pihak bisa saling bahu membahu untuk menciptakan Keerom yang kondusif dengan saling menjaga satu sama lainnya,” Kata Ridwan.

Sementara terkait tuntutan masa perihal proses penerimaan CPNS 2018, Pemkab Keerom sebenarnya sudah berupaya mengakomodir. Dengan cara persentase pembagian kuota 80 persen bagi orang asli Papua (OAP) dan 20 persen untuk umum. Hanya saja, karena minimnya pelamar OAP pada beberapa formasi teknis, seperti tenaga kesehatan atau pendidikan. Maka posisi tersebut diisi oleh pelamar umum yang memenuhi syarat kualifikasi.

Selain itu, Pemkab Keerom juga melakukan pengusulan 130 formasi lulusan SMA pada 2021 dari Kabupaten Keerom. Yang mana penerimaannya akan dilakukan melalui kantor-kantor distrik supaya mereka yang direkrut merupakan warga setempat. Selain itu, ada pula 170 formasi K2/honorer pengangkatan 2013. Yang mana ini sudah final pemberkasannya dan menunggu penginputan secara online ke BKN dan Menpan.