Platform Indonesia Health Service Dibuat Terintegrasi dengan BPJS Kesehatan
beritapapua.id - Slogan Indonesia Health Service (IHS). (Foto: Istimewa)

Platform Indonesia Health Service (HIS) telah memasuki fase uji coba atau beta testing. Platform ini mengintegrasikan sistem layanan di fasilitas kesehatan, salah satunya yaitu dengan BPJS Kesehatan.

Melansir dari website sehat negeriku, Staf Ahli Menteri Kesehatan (Menkes) bidang Teknologi Kesehatan, Setiaji, S.T., M.Si mengatakan platform IHS dalam pengembangannya akan terintegrasi dengan BPJS Kesehatan. Pihaknya sudah melakukan uji coba namun itu baru melakukan percobaan untuk beberapa data dengan BPJS Kesehatan.

“Dengan adanya platform ini kita juga akan memastikan BPJS Kesehatan sudah terintegrasi dengan sistem ini sehingga layanan terhadap cakupan BPJS Kesehatan akan menjadi lebih luas lagi,” katanya pada konferensi pers secara virtual di Jakarta, Senin 25 April 2022.

Dalam kesempatan tersebut, Setiaji juga mengatakan mengatakan bahwa terdapat dua jenis data yakni data yang bersifat tertutup dan data yang bersifat terbuka. Jenis data tertutup terkait informasi individu hanya bisa [diakses] oleh pihak tertentu seperti dokter dan fasilitas kesehatan, juga memerlukan persetujuan dari individu pemilik data.

“Ini bersifat platform menghubungkan antar layanan kesehatan, kemudian bisa [diakses] oleh individu. Jadi menghubungkan fasilitas-fasilitas kesehatan, sehingga dalam PeduliLindungi akan muncul layanan yang sudah [dilakukan] pasien tadi,” kata Setiaji.

Apa saja yang terintegrasi dalam platform Indonesia Health Service?

Yang akan [diintegrasikan] adalah sistem yang ada di dalam fasilitas kesehatan, bukan aplikasi-aplikasi yang sifatnya pelaporan seperti jumlah penderita [diabetes]. Sehingga nantinya tidak hanya rumah sakit, namun layanan kesehatan yang [diintegrasikan] lainnya adalah layanan resume rekam medis, layanan COVID-19, dan layanan laboratorium.

Pengintegrasian layanan tersebut dilakukan sesuai standar yang [ditentukan]. Hal tersebut [diharapkan] dapat mempermudah pengembangan aplikasi dalam mengintegrasikan dengan platform IHS.

Baca Juga: Perkembangan Program Sejuta Rumah Kementerian PUPR

“Tentunya ada guideline tertentu yang nantinya para pengembang aplikasi bisa melakukan integrasi secara mandiri dan kita akan mulai melakukan ini adalah untuk uji coba terlebih dahulu,” ucap Setiaji.

Berita ini [disiarkan] oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email [email protected]