PLN Tingkatkan Waktu Nyala Listrik di Meepago Menjadi 24 Jam
beritapapua.id - ilustrasi petugas melakukan pengecekan atau quality control di Kantor PLN. (foto : jawapos)

PT PLN (Persero) meningkatkan waktu nyala listrik di beberapa daerah Meepago yakni Kabupaten Dogiyai, Deiyai, dan Paniai. Peningkatan waktu menyala listrik di daerah tersebut akan menjadi penuh 24 jam sehari yang awalnya hanya 18 jam saja.

Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nabire, Manihar Hutajulu dalam siaran persnya di Jayapura, Kamis, mengatakan peningkatan jam nyala ini merupakan kado istimewa untuk masyarakat tiga kabupaten tersebut pada perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam siaran pers tersebut Manihar Hutajulu juga mengatakan bahwa PLN saat ini terus berupaya meningkat jam nyala di setiap daerah membutuh peningkatan jam nyala.

“Selain fokus untuk melistriki daerah-daerah yang belum teraliri listrik di Papua dan Papua Barat. PLN juga terus berupaya untuk meningkatkan jam nyala di lokasi-lokasi yang telah berlistrik dan membutuhkan peningkatan jam nyala,” katanya.

Ia mengatakan, PLN akan mulai meningkatan jam nyala di setiap daerah yang membutuhkan peningkatan akan mulai pada Februari 2021. Dan sama seperti sebelumnya, sistem kelistrikan di tiga kabupaten tersebut masing-masing akan berdiri sendiri.

“Guna meningkatkan keandalan pasokan listrik, PLN memutuskan untuk menghubungkan jaringan listrik ketiga kabupaten dan memusatkan pembangkit listrik di Deiyai,” ujarnya.

Deiyai dan Paniai Bisa Meraskan Listrik Selama 24 Jam

Dia menjelaskan kini pelanggan di Kabupaten Dogiyai, Deiyai dan Paniai sudah bisa merasakan listrik selama 24 jam penuh setiap harinya.

Pada kesempatan yang sama ia juga mengatakan bahwa PLN akan terus berkomitmen mensuplai listrik hingga 24 jam penuh.

Baca Juga : Penanganan KKB Harus Mengedepankan Otoritas Sipil

“Kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah, masyarakat serta semua pihak atas dukungannya hingga PLN dapat menyelesaikan pekerjaan ini. Kami berkomitmen suplai listrik 24 jam penuh dilakukan mulai hari ini dan seterusnya,” katanya lagi.

Dia menambahkan kini enam mesin pembangkit berkapasitas total 3,6 MW telah beroperasi untuk menyuplai listrik ke pelanggan di Kabupaten Deiyai, Dogiyai dan Paniai.

“Dengan 6.342 pelanggan yang ada dan beban puncak berkisar 2 MW, jumlah tersebut masih menyisakan surplus daya sebesar 1,6 MW. Selanjutnya, kami akan berupaya agar pasokan listrik yang diberikan kepada pelanggan dapat terus andal,” ujarnya lagi.