PLN UIW Papua Lakukan Simulasi Tanggap Darurat Anti Terror
beritapapua.id - Karyawan PLN sedang melakukan aksi huru hara sebagai simulasi tanggap darurat anti teror di kompleks PLTU-PLTMG Holtekamp. (foto : Dok PT. PLN Persero UIW Papua dan Papua Barat)

PT. PLN Persero Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat – Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Papua dan Papua Barat menunjukkan kesiapan mengamankan objek vital nasional pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) – Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Kesiapan itu terbukti pada simulasi tanggap darurat anti teror yang berlangsung, Selasa (6/7/2021), di kawasan PLTU-PLTMG Holtekamp. Simulasi tersebut melibatkan personil dari Gegana Brimob Polda Papua yang dipimpin langsung Kabag Ops Satuan Brimob Polda Papua, AKP Ferdinand Pipa.

Manajer Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Papua dan Papua Barat, Kurniawan, mengatakan kegiatan simulasi tersebut pada prinsipnya merujuk pada Peraturan Kapolri (PERKAP) No 24 Tahun 2007 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi, Perusahaan, Dan Atau Lembaga. Simulasi bersama ini guna memberikan pemahaman kepada karyawan PT. PLN Persero UIW Papua dan Papua Barat dalam mengatasi problem di lapangan.

“Simulasi ini merupakan hal yang rutin teman-teman PLN induk Papua dan Papua Barat laksanakan, karena hal ini merupakan sistem managemen terintegrasi yang sudah terterap di wilayah induk. Jadi sementara ini ada 3 pilar yang pertama terkait dengan K3 kemudian lingkungan dan keamanan,” kata Kurniawan, Kamis (8/7/2021).

Baca Juga : Kejati Papua Barat Gelar Aksi Donor Darah Guna Bantu PMI

Kurniawan mengatakan simulasi ini perlu kami lakukan karena memang PLN Persero UIW Papua dan Papua Barat mengelola pembangkit listrik yang termasuk dalam objek vital nasional atau (Obvitnas).

“Kegiatan seperti ini memang rutin kami lakukan untuk memberikan pelatihan terkait bagaimana cara penanganan yang komprehensif dalam situasi tanggap darurat,” ujarnya.

Kurniawan berharap lewat simulasi ini memberikan pemahaman kepada semua karyawan bagaimana sikap serta standar operasional prosedur (SOP) dalam menyikapi hal-hal yang tidak terduga bila sewaktu-waktu bisa terjadi, termasuk jika teror itu terjadi pada pembangkit listrik di PLN Persero UIW Papua dan Papua Barat.