Poffertjes, Warisan Belanda Pada Warung Pinggir Jalan Puncak Bogor
Beritapapua.id - Poffertjes, Warisan Belanda Pada Warung Pinggir Jalan Puncak Bogor - pinterest

Poffertjes, Warisan Belanda Pada Warung Pinggir Jalan Puncak Bogor – Jalan itu tak pernah sepi pengunjung. Layaknya jalan Malioboro, Yogyakarta, hingga tengah malam pun warung pinggir jalan Puncak, Bogor, masih dipadati pengunjung. Mulai dari jagung bakar, sate, hingga mi instan tersedia.

Namun siapa sangka? Ternyata salah satu dari pedagang di sana menjajakan makanan tradisional Belanda. Poffertjes namanya. Kue berukuran sebesar donat dengan taburan gula halus ini kian memikat. Tak hanya tampilannya saja yang menggugah selera, namun rasanya terbilang unik.

Bayangkan, Anda bisa menikmati lembutnya adonan donat dan gurihnya martabak dalam satu hidangan. Warung Laduni di Puncak, Bogor, menyediakan poffertjes dengan bagian dalam yang hangat dan lembut layaknya wajah martabak manis yang masih hangat.

Secara tampilan, ia mirip seperti donat gula halus dengan taburan coklat dan keju di atasnya. Kulit bagian luarnya persis seperti donat kukus. Tipis nan lembut. Namun bagian dalamnya-lah yang menjadi harta karun.

Poffertjes memiliki bagian dalam yang masih basah seperti setengah matang. Mirip seperti hidangan chocolate lava cake, namun bedanya ini terbuat dari adonan martabak manis. Keajaiban poffertjes warung Laduni ini tak lepas dari sang koki, Bapak Uut.

Sudah 20 tahun lamanya ia merintis warung tersebut beserta harta karun warisan Belanda itu. Ia mengatakan bahwa ia mendapatkan resep itu kala ia bekerja di salah satu hotel di Bogor.

“Ya ini sudah saya jalani sejak saya belum menikah. Sampai sekarang masih saya jual. Memang buatnya agak lama, tapi saya senang orang-orang pada suka,” tutur Bapak Uut fasih menggunakan bahasa sunda.

Baca Juga: Kutus-Kutus, Minyak Racikan Rumah Yang Mendunia

Sepotong Sejarah Poffertjes

Dahulu, saat Bogor masih bernama Buitenzorg, kolonial tengah memberikan sebuah warna baru pada khazanah seni memasak kue Indonesia. Bukan donat, bukan martabak, melainkan pannekoek khas asal negeri kincir angin itu.

Mengutip dari detik, poffertjes adalah camilan bagi masyarakat miskin Belanda. Ia terbuat dari buckwheat atau gandum kuda. Nama lain dari hidangan ini adalah bollebuisjes atau broedertjes. Ia pertama kali masuk ke dalam buku resep makanan pada tahun 1700-an,

Memasaknya pun butuh teknik khusus. Untuk membuat poffertjes, perlu wajan besi dengan cekungan setengah lingkaran pada permukaannya. Biasanya wajan ini anti lengket agar mudah mengangkat adonan.

Meski terbuat dari gandum, seiring berjalannya waktu banyak yang menggunakan tepung terigu. Lantaran banyak dari imigran Belanda yang mengenalkan hidangan ini hingga ke Amerika Serikat.

Begitu juga yang Indonesia. Poffertjes buatan Warung Laduni juga mengggunakan tepung terigu. Selain Warung Laduni, terdapat beberapa tempat yang menjual hidangan khas negeri kincir angin itu. Antara lain, Dedaunan Cafe Bogor, Puncak Pass Resort, dan Kedai Rumah Bloeman Bandung.