Pola Konsumsi Makanan Keseharian Masyarakat Papua
Pola Konsumsi Makanan Keseharian Masyarakat Papua

Pola Konsumsi Makanan Keseharian Masyarakat Papua – Wilayah Papua pada umumnya memiliki vegetasi hutan yang luas yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Disamping kekayaan lautnya yang juga sangat luas. Hasil hutan dan ladang yang meliputi air, flora dan fauna merupakan sumber pangan masyarakat Papua. Kita sering mendengar bahwa, makanan pokok orang Indonesia adalah nasi, tetapi cukup berbeda pada wilayah Indonesia bagian timur, khususnya Papua. Mereka lebih sering mengkonsumsi sagu yang kemudian diolah menjadi papeda untuk makanan pokok sehari-hari. Masyarakat Papua umumnya berladang, apalagi bagi yang tinggal di wilayah cukup dalam. Mereka tidak memiliki pasar untuk melakukan transaksi jual-beli bahan makanan. Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan, sistem perladanganlah  yang digunakan.  Hingga kini masih sistem ladang berpindah dan tebang pilih tanaman, dan biasanya dilakukan berkelompok atau sesuai kampung untuk memenuhi kebutuhan kelompok mereka sendiri serta dilakukan secara bergotong royong.

Baca Juga: Kesenian Papua dalam Selembar Batik

Varian Makanan Keseharian yang Dikonsumsi Masyarakat

Ladang mereka hanya memiliki varian tanaman yang sedikit sebagai pendukung dalam keberlangsungan hidup mereka. Mereka hanya menanam umbi-umbian, jagung, kacang dan sayuran. Minimnya varian tanaman yang mereka tanam di ladang sebagai sumber kehidupan mereka yang masih tradisional dan sederhana menyebabkan variasi makanan lokal yang menjadi makanan tradisional terbatas pada ubi jalar (petatas), singkong (kasbi), talas (keladi), daun melinjo (genemon), daun gedi, dan papeda sebagai makanan sehari-hari mereka. Jika mereka tinggal di wilayah yang dekat dengan pesisir maka kebutuhan protein mereka akan terpenuhi dengan mengkonsumsi ikan, kepiting, udang, dan biota laut yang mereka temukan. Semua sebatas untuk pemenuhan hidup, tidak ada yang berlebihan. Atau jika mereka tinggal jauh dari pesisir dan laut, mereka akan berburu di hutan. Walau demikian, mereka telah terbiasa dan justru memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan baik. Hal tersebut dikarenakan bahan makanan pokok yang mereka konsumsi sangat jelas asal- usulnya.

Kehidupan mereka yang sederhana dan tradisional masih tetap bertahan walaupun di sebagian wilayah mereka juga telah menjadi target pasar bagi produk-produk industri modern, tidak terkecuali dalam hal pengolahan makanan.

Di beberapa daerah yang sudah tersentuh dengan kemajuan zaman dan pembangunan, serta melalui sosialisasi dan pembauran masyarakat asli dengan warga pendatang, yang banyak membawa perubahan, masyarakat kampung dan orang asli Papua tidak melupakan kehidupan tradisional warisan nenek moyang mereka.