Polisi: Kasus di Mares Adalah Pembunuhan Berencana
beritapapua.id - Polisi: Kasus di Mares Adalah Pembunuhan Berencana - depoktren

Polisi: Kasus di Mares Adalah Pembunuhan Berencana – Seorang wanita berusia 36 tahun berinisial A ditemukan meninggal di apartemen Margonda Residence (Mares) 5, Depok, Jawa Barat pada Selasa (4-8-2020). Korban ditemukan dalam posisi tangan dan kaki diikat. Di bagian depan dan belakang kepala korban terdapat sejumlah luka.

Dikutip dari kompas, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Depok Kompol Wadi Sabani mengatakan, “Sekitar jam 20.00 kami menerima laporan dari pengelola apartemen Mares 5, ada penemuan mayat. Kemudian tim melakukan cek TKP ternyata betul ditemukan seorang perempuan yang sudah meninggal dunia dengan kondisi badan telungkup ke bawah di atas ranjang.

Wadi menambahkan bahwa kasus ini adalah pembunuhan mengingat kondisi kematian korban yang tidak wajar. Dari hasil olah TKP ditemukan luka akibat benda tumpul pada korban.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan terkait motif pelaku dan latar belakang pembunuhan terhadap A.

“Sudah diamankan beberapa barang, dari barang milik korban, kemudian ada alat yang diduga untuk memukul korban yaitu sebuah palu, kemudian juga tali pengikat kaki dan tangan, dan lakban untuk menutup mulutnya,” ujar Wadi.

 Baca Juga: Pakar Kuliner Indonesia, Sisca Soewitomo Gantung Panci

Pelaku Pembunuhan Berencana Akhirnya Ditangkap

Sehari setelah peristiwa, polisi kemudian membekuk seorang pria berinisial FM (37) yang diduga sebagai pelaku yang membunuh A di Mares.

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan bahwa timnya melakukan pengejaran terhadap pelaku mulai dari kos-kosan tempat pelaku tinggal, hingga ke tempat kerjanya. Pelaku akhirnya dibekuk di Bekasi pada Rabu malam.

Azis juga menambahkan bahwa pelaku sempat melakukan perlawanan sehingga polisi kemudian menembak kaki kanan pelaku untuk melumpuhkannya.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan bahwa motif pembunuhan adalah karena perasaan cemburu. Yusri pun membenarkan bahwa A adalah kekasih dari FM.

Menurut Yusri, FM membunuh A karena merasa cemburu dan menuding A memiliki kekasih lain. Yusri pun mengatakan hal tersebut masih sebatas motif awal dari pelaku. Sampai saat ini polisi masih mendalami keterangan dari pelaku.