Polisi Paksa Bubarkan Aksi Demo di Kota Jayapura, Dua Anggota Alami Luka-luka
beritapapua.id - Kapolresta Jayapura Kota Kombes Gustav Urbinas didampingi Waka Polresta AKBP Suprapto dan Kasat Reskrim AKP Hendri Bawiling saat memberi keterangan terkait penangkapan tujuh orang. (Foto: Antara/Evarukdijati)

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Gustav Urbinas memastikan tidak ada korban jiwa di kalangan pendemo maupun luka terkena tembakan. Namun ada dua anggota kepolisian yang mengalami luka-luka saat melakukan pengamanan aksi demo.

Kedua polisi tersebut terluka saat membubarkan paksa massa di dua tempat berbeda. Salah satu petugas yang terluka ialah Kasat Polairud Polresta Jayapura Kota AKP Francis JP. Dia mengalami retak tulang pada lengan kanan akibat terkena lemparan batu.

“Salah satu perwira pengendali kami terluka pada bagian lengan kanan karena terkena batu,” ujar Kapolresta Jayapura Kota Kombes Gustav Urbinas, di Jayapura, Rabu (11/5/2022).

Ia juga mengatakan bahwa AKP Francis JP, sambung Gustav, kini sudah mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Jayapura dan akan menjalani visum serta rontgen.

Satu personel polisi lain yang terluka adalah seorang polisi wanita yang mengalami luka gigitan di bagian lengan kiri.

“Salah satu Polwan kami mendapatkan luka gigitan saat hendak membubarkan massa di Uncen Bawah. Pelakunya seorang wanita yang kemudian tidak ditangkap karena kami maafkan saja,” kata Gustav.

Tidak Ada Korban Luka Tembak

Dia menjelaskan, saat menangani pendemo anggota hanya mengeluarkan tembakan gas air mata dan semprotan dari water canon. Dengan begitu dapat dipastikan tidak akan ada pendemo yang akan mengalami luka tembak.

“Yang pegang senjata api laras panjang hanya beberapa personel, sedangkan personel Dalmas tidak dibekali senjata dan anggota Brimob membawa perlengkapan PHH sehingga dipastikan tidak ada yang mengalami luka tembak,” katanya.

Baca Juga: Paulus Waterpauw Tegaskan Akan Gunakan Dialog Humanis Pada Masa Kepemimpinannya

Ia juga menyebutkan situasti Kota Jayapura sudah kembali kondusif dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal pasca aksi demo tersebut.

Sebelumnya, polisi memukul mundur pendemo yang menolak Otsus Jilid II dan Daerah otonomi Baru (DOB). Massa telah berkumpul sejak pagi hari di tiga titik daerah vital, mulai dari Perumnas III waena, Jalan Utama Expo Waena dan Lingkaran Abepura.

Aparat gabungan TNI-Porli akhirnya berhasil membubarkan ratusan massa di samping PTUN Waena. Petugas terpaksa membubarkan secara paksa lantaran demo tidak mendapatkan izin untuk melakukan aksi tersebut.