Polo Air: Bergulat, Berenang, dan Bermain Bola
Beritapapua.id - Polo Air: Bergulat, Berenang, dan Bermain Bola - aksipost

Pernahkah Anda terbayang untuk bergulat sambil bermain di dalam air. Ya, semua olahraga itu bisa dilakukan dalam polo air. Olahraga ini merupakan kombinasi beberapa teknik dalam olahraga renang, gulat, dan permainan bola tangan.

Pada awalnya kelahirannya, yakni sekitar tahun 1850-an, olahraga polo air mirip seperti olahraga rugby. Olahraga tersebut dimainkan di sungai atau danau di negara Inggris dan Skotlandia dengan menggunakan bola berbahan karet India. Rugby air ini kemudian disebut sebagai polo air (water polo) mengacu pada bahasa Inggris ‘pulu’ yang kata dalam bahasa Kashmir Tibet berarti bola.

Mulanya, permainan polo air memperbolehkan pemain untuk bermain fisik secara kasar, bergulat, dan bahkan menenggelamkan lawan saat berebut bola. Aturan awal polo air di zaman itu juga memperbolehkan kipper berperilaku demikian. Untuk mempertahankan gawang, kiper boleh keluar area dan menerkam lawan yang mencoba memasukkan bola ke dalam gawang.

Olahraga ini termasuk olahraga yang sungguh brutal pada saat itu. Sehingga pada tahun 1870, Asosiasi Renang London membuat aturan untuk seluruh permainan sepak bola dalam air termasuk dalam permainan ini. Aturan tersebut mulai dipakai pertama kali dalam kejuaraan 4th Open Air Fete of the London Swimming Club yang digelar di sebuah danau di London. Momen tersebut sekaligus memperkenalkan olahraga ini kepada masyarakat secara lebih luas. Pada akhir abad 19, tercatat banyak negara yang mulai menjajaki olahraga ini. Salah satunya negara Skotlandia yang pertama kali menggelar kompetisi polo air.

Baca Juga: Didi Kempot Pahlawan Patah Hati Indonesia

Wajah Polo Air

Polo air adalah olahraga air beregu yang mengkombinasikan teknik dasar berenang, bergulat, dan teknik dasar permainan bola tangan. Satu tim terdiri dari 7 orang. Terdapat seorang kipper yang bertugas menjaga gawang dan enam pemain yang bertugas merebut bola dari lawan serta memasukkannya ke gawang lawan. Kolam polo air memiliki kedalaman lebih dari 6 meter. Fungsinya tak lain untuk mencegah pemain membawa bola dengan berjalan di dasar kolam. Layaknya sepak bola, kemenangan dalam olahraga ini ditentukan dari jumlah bola yang berhasil masuk ke gawang lawan.

Di Indonesia sendiri, olahraga ini tidak begitu populer layaknya olahraga renang. Kendati demikian, hal itu tidak menurunkan prestasi tim polo air Indonesia. Pada cabang olahraga ini, di kompetisi Sea Games 2019, tim Indonesia berhasil meraih medali emas. Hal ini tentu menarik minat masyarakat untuk bergelut dalam olahraga ini. Hingga hari ini tercatat baru 7 provinsi di Indonesia yang memiliki pembinaan olahraga polo air. Provinsi tersebut antara lain, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jambi, Jawa Timur, Yogyakarta, Kalimantan Timur, dan Sumatra Utara.