Polres Raja Ampat Musnahkan Ratusan Minuman Beralkohol
Polres Raja Ampat saat musnahkan ratusan minuman keras di Waisai, ibukota kabupaten Raja Ampat, Kamis (6/5). (foto : antara)

Kepolisian Resor (Polres) Raja Ampat, Provinsi Papua Barat memusnahkan ratusan minuman beralkohol ilegal dan oplosan pada, Kamis (6/5/2021). Minuman beralkohol (minol) ilegal atau oplosan ini adalah hasil dari penyitaan dari masyarakat selama operasi pekat. Operasi pekat tersebut berlangsung selama 21 April hingga 5 Mei 2021.

Kapolres Raja Ampat, AKBP Andre JW. Manuputty, menuturkan ratusan minol yang polres musnahkan kemarin, ada juga beberapa dari pabrikan resmi. Namun hasil pabrikan resmi adalah yang berasal dari selundupan.

“Ratusan botol minuman keras berlabel tersebut diamankan dari tangan masyarakat karena beredar atau dijual tanpa surat izin resmi dari pemerintah,” ujarnya.

Dan minuman keras yang dimusnakan hasil dari pabrikan adalah vodka robinson sebanyak 149 botol, bir kaleng jumbo sebanyak 92 kaleng. Selain itu ada juga anggur merah sebanyak 63 botol, bir guinness sebanyak 44 kaleng, dan wiski robinson sebanyak 17 botol.

Ia juga menambahkan, selain minuman keras berlabel, ada pula minuman keras oplosan lokal yang juga ikut Polres musnahkan. Hasilnya adalah sebanyak 63 kemasan plastik kecil, 3 liter kemasan plastik besar, dan 123 botol air mineral sedang.

Menurut informasi, ratusan minuman keras pabrik dan oplosan hasil dari operasi pekat tersebut bernilai sampai Rp161 juta rupiah. Hal itu terbilang cukup besar untuk hasil operasi yang berlangsung selama 21 April hingga 5 Mei 2021 ini.

Polres Raja Ampat Mengamankan Satu Senjata Tajam

Dan dalam operasi pekat tersebut, Polres Raja Ampat juga mengamankan 1 senjata tajam dari warga yang turun dari kapal di Pelabuhan Waisai, ibukota kabupaten Raja Ampat.

Kapolres mengatakan penyitaan sajam dilakukan untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan yang bisa meresahkan masyarakat. Terlebih apabila oknum yang membawa sajam sedang dalam pengaruh minuman keras.

Baca Juga : KKB Kembali Berulah, Aparat TNI-Polri Jadi Sasaran Penembakan

“Untuk sajam ke depan kami harapkan masyarakat kalau kemana-mana tidak lagi membawa sajam. Ketika miras sudah ketemu dengan sajam ini bisa terjadi konflik sosial yang lebih besar. Jadi mohon kerjasama dari seluruh masyarakat, Pemda, tokoh agama, tokoh masyarakat sama-sama kita bergandengan tangan agar ke depan Wondama ini tetap aman,” katanya lagi.

Operasi pekat bertujuan untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat di daerah wisata Raja Ampat dalam menjalankan ibadah puasa dan menyambut perayaan Idul Fitri.