Polri Akan Mengungkap Peredaran Senjata Api Ilegal Di Papua
Beritapapua.id - Polri Akan Mengungkap Peredaran Senjata Api Ilegal Di Papua - Medcom

Polri Akan Mengungkap Peredaran Senjata Api Ilegal Di Papua – Terkait dengan adanya penyelundupan senjata api ilegal ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang ada di Papua. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berjanji bakal mengungkap peredaran senjata api ilegal tersebut. Menyusul adanya oknum anggota Polri dan mantan anggota TNI yang ditangkap karena ikut terlibat dalam penyelundupan senjata untuk KKB.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjen Awi Setiyono mengatakan kini proses penyelidikan terkait kasus tersebut masih berlangsung. Dan Polri mendalami siapa otak dari penyelundupan senjata api ilegal ini ke kelompok bersenjata.

“Proses penyelidikan saat ini masih berlangsung, termasuk untuk mengetahui siapa yang mengendalikannya dan siapa yang menerimanya,” ujar Awi Setiyono mengutip dari Antara.

Awi lebih lanjut mengatakan bahwa sesuai perintah Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, Polri akan menindak siapa pun yang terlibat dalam peredaran senjata api ilegal, termasuk anggota TNI-Polri.

“Prinsipnya sesuai perintah Bapak Kapolri bahwa Polri akan menindak tegas. Siapa pun tanpa pandang bulu akan diproses secara hukum,” ujar Awi.

Baca Juga: Palang Merah Internasional Berikan Bantuan Covid-19 Untuk Papua

TNI Polri Terlibat Kasus Penyelundupan Senjata Api

Polri Akan Mengungkap Peredaran Senjata Api Ilegal Di Papua
Beritapapua.id – Polri Akan Mengungkap Peredaran Senjata Api Ilegal Di Papua – Jawapos

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpaw mengungkap terdapat peredaran jual beli senjata api ilegal yang melibatkan oknum anggota Polri Bripka JH. Ia diamankan tim gabungan TNI dan Polri pada Kamis (21/10/2020 setelah terlibat dalam jual beli dan memasok persenjataan kepada KKB.

“Memang benar tim gabungan berhasil menggagalkan jual-beli senjata api yang melibatkan anggota Brimob, yakni Bripka JH, dan saat ini sudah ditahan di Jayapura,” kata Paulus.

Dari tangan pelaku, Polisi telah mengamankan dua pucuk senapan serbu jenis M-16 dan M4 yang akan diperjualbelikan. Paulus menduga, senjata api tersebut akan dijual kepada perorangan dan juga kepada kelompok kriminal bersenjata untuk mengganggu keamanan.

“Dari pengakuan rekannya yang menjadi perantara, sudah enam kali terjadi aktivitas jual beli senjata api,” kata Paulus Waterpauw.

Selain JH, polisi juga menangkap dua warga sipil yang salah satunya adalah mantan anggota TNI. Selanjutnya Bripka JH, mantan anggota TNI, dan satu warga sipil ditahan di Rutan Brimob Polda Papua. Sembari menunggu proses hukum ketiganya yang masih dalam tahap penyelidikan.