Potensi Sagu Yang Melimpah, Masyarakat Yoboi Kesulitan Mengolahnya
beritapapua.id - Ilustrasi warga mengolah sagu untuk kebutuhan bahan pangan di Kampung Yoboi, Sentani Kabupaten Jayapura (foto : jubi)

Masyarakat Kampung Yoboi di Kabupaten Jayapura, Papua, ingin bisa mengolah potensi sagunya yang melimpah. Hal ini lantaran masyarakat ingin mengelola potensi sagu yang ada di Kampung Yoboi sebagai destinasi wisata.

Kepala Kampung Yoboi, Sefanya Walli menyatakan kampungnya memiliki hutan sagu yang luas dan melimpah.

“Hutan sagu di Kampung Yoboi itu ada 36.874 hektar. Itu merupakan hutan sagu terbesar di Kabupaten Jayapura,” kata Walli pada Rabu (23/06/2021).

Namun sampai saat ini warga setempat masih kesulitan dalam mengolah sagu menjadi tepung sagu yang nantinya untuk dipasarkan secara luas.

“Kami ingin hasil hutan sagu diolah menjadi tepung. Itu bisa keluar dengan merek Kampung Yoboi. Kami sudah sampaikan kepada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi,” kata Walli.

Walli meminta Pemerintah Kabupaten Jayapura memberikan perhatian kepada potensi sagu di Kampung Yoboi.

“Sagu itu melimpah, namun kami kewalahan. Pemerintah Kabupaten Jayapura hanya bicara saja, tapi tidak turun dan lihat apa potensi unggulan yang harus dikembangkan masyakarat,” ujarnya.

Hutan Sagu Yoboi Bisa Menjadi Destinasi Tujuan Wisata

Walli menyatakan hutan sagu di Yoboi itu bisa sebagai daerah tujuan wisata jika memang bisa mengelola dengan sangat baik.

“Pemerintah harus lihat itu dengan serius, agar dapat memajukan ekonomi masyakarat. Apalagi Dana Otonomi Khusus Papua sudah akan berakhir, apa dampak Otonomi Khusus kepada masyakarat?” Walli bertanya.

Baca Juga : Jelang HUT OPM, Para Tokoh Papua Himbau Jaga Kamtibmas

Salah seorang penjual sagu di Pasar Phaara, Sentani, Mama Hellen Irab juga berharap pemerintah membuat pelatihan pengolahan sagu menjadi beragam jenis olahan.

“Orang lain bisa olah sagu menjadi berbagai jenis makanan. Kami di Papua kaya akan sagu, tapi kami tidak tahu harus memulai dari mana. Jadi, ya hanya bisa diolah masak dan makan saja,” kata Irab.

Irab menyatakan hingga kini makanan olahan sagu juga belum banyak tersedia di toko ataupun pusat perbelanjaan yang ada di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura.

“Di setiap toko, hotel, dan supermarket harus ada produk asli Papua. Untuk itu, pemerintah harus lakukan satu langka untuk kemajuan yang baik,’” tuturnya.