PR PON XX Papua Masih Banyak, Pembangunan Dipercepat
PR PON XX Papua Masih Banyak, Pembangunan Dipercepat

Kesiapan Papua sebagai tuan rumah PON XX belum sepenuhnya selesai. Masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang mesti PB PON kejar untuk menyukseskan penyelenggaraan event olahraga empat tahunan itu.

Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Papua diminta untuk bergerak cepat mengejar waktu yang kian sempit menuju PON XX. Gelaran PON XX sendiri akan mulai pada oktober mendatang.

Ketua Harian PB PON Papua, Yunus Wonda, memberikan penegasan kepada seluruh bidang untuk segera menuntaskan tanggung jawab masing-masing. Tujuannya adalah agar dapat selesai sesuai schedule, atau minimal sebelum menggelar test event.

“Kita ingin menggenjot terus seluruh bidang dan saya selaku ketua harian terus memberikan mereka spirit bahwa di waktu yang terus berjalan ini kita tidak boleh duduk santai, tapi harus terus bekerja menyelesaikan tanggung jawab masing-masing, karena PON XX sudah kian dekat,” ujar Wonda kepada wartawan.

Untuk bidang peralatan misalnya, Wonda meminta kepada PPK dan ULP yang bertanggung jawab untuk segera merampungkan proses pengadaan peralatan. Dan ia mengatakan bahwa selambat-lambatnya dalam waktu maksimal 4 bulan.

“Kita terus menekankan kepada seluruh bidang, terutama bidang-bidang yang progresnya masih agak lambat. Kita juga beri penegasan kepada PPK kita dengan ULP agar pelelangan harus terus berjalan cepat. Karena kita berada diposisi yang sudah semakin sempit, 4 bulan maksimal harus dituntaskan,” ujarnya.

Ketua Harian PB PON XX : Harus Menuntaskan Dalam Waktu 4 Bulan

Wonda juga mengatakan bahwa waktu 4 bulan bukan waktu yang panjang karena rata-rata keperluan semua harus tuntas dalam waktu 4 bulan. Salah satu yang harus dapat tuntas dalam waktu dekat adalah peralatan, karena rata-rata peralatan dari luar negeri.

Baca Juga : Jelang Paskah, PMI Paniai Semprot Cairan Disinfektan di Gereja

Ia juga menambahkan bawah jika peralatan dari dalam negeri akan bisa sesuai schedule.

“Kalau dari dalam negeri tidak ada masalah karena bisa sesuai schedule, tapi yang dari luar negeri ini agak sulit juga karena kondisi pandemi Covid-19 dan banyak syarat dan ketentuan di sejumlah negara. Ini yang kita ingin pastikan untuk bisa mengejar waktu yang tersisa,” tambahnya.

Ia menjelaskan untuk beberapa venue cabor yang peralatannya dikirim dari luar negeri di antaranya Menembak, Dayung, dan Layar.

“Peralatan yang didatangkan dari luar negeri itu seperti dayung dan layar. Lain-lainnya saya rasa tidak ada masalah. Kalau sudah dikontrak saya rasa tidak ada kendala yang signifikan. Tapi secara keseluruhan, semua bidang sudah bekerja luar biasa, dan tinggal kita mantapkan saja dan satukan semuanya, ibaratkan kita mengikat tali, ikatannya harus kita kuatkan. Apalagi tes iven kita rencanakan sekitar Agustus nanti,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua tim Pengawas dan Pengarah (Wasrah) PON XX, Suwarno, menilai kesiapan Papua sebagai tuan rumah sudah berjalan mengikuti irama. Ia optimistis, beberapa hal yang belum rampung akan tuntas dalam waktu dekat.

“Hal-hal yang berkaitan dengan yang belum siap, saya yakin sembari berjalan, kesiapan masalah venue yang sekarang masih dalam progres, penataan kawasan, akses menuju venue, dan pengadaan peralatan kita berharap bisa selesai tepat pada waktunya,” kata Suwarno.