Strategi Marketing Eiger
Surat Keberatan Eiger

PR yang Buruk Adalah Strategi Marketing Eiger? – Dunia media sosial kembali dihebohkan oleh kualitas public relation yang buruk. Kali ini datang dari perusahaan multi produk PT Eigerindo yang berkedudukan di Bandung. Merk Eiger menjadi pembicaraan netizen seharian. Masalahnya? Legal officer yang dianggap melakukan tindakan yang di luar tugasnya.

Eiger sebenarnya merupakan merk yang cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia, terutama pecinta alam dan para pendaki gunung. Merk ini bahkan sudah hampir menjadi produk benchmark peralatan pendakian yang berkualitas. Namun blunder yang dilakukan terhadap seorang youtuber dengan kanal ”duniadian”, mengakibatkan seluruh mata netizen mengulas keburukan dari produk ini. Sebuah tindakan bunuh diri dalam dunia marketing.

Strategi Marketing EigerSumber: https://twitter.com/duniadian/status/1354709052752707585

Apa yang menjadi kekesalan netizen? Legal manager Eigerindo mengirimkan surat kepada youtuber Duniadian perihal review yang dilakukan terhadap produk kacamata yang dikeluarkan oleh Eiger. Surat keberatan oleh Eiger tersebut memuat mengenai buruknya kualitas video review pada kanal duniadian, serta meminta agar duniadian menghapus video tersebut dari kanal youtubenya. Padahal review produk dari duniadian bukanlah review endorse yang berhak diatur oleh Eigerindo.

Apa Tugas Seorang Legal Officer/Manager?

Baca juga: Maria Jacoba Samuel, Tentara Perempuan Papua yang Mirip Bule

Kekesalan netizen terhadap Eigerindo semakin memuncak ketika menemukan legal officer Eigerindo sering memberi komentar pada kanal youtube yang mereview produknya, mengenai kualitas video. Lantas, apakah seorang legal officer dalam sebuah perusahaan mempunyai tugas untuk melakukan content quality check?

Legal officer atau staf hukum merupakan divisi yang menangani dokumentasi dan permasalahan hukum pada sebuah perusahaan. Kebijakan dari sebuah perusahaan akan menentukan ke mana tugas dan tanggung jawab dari seorang LO (Legal Officer).

Namun, ruang lingkup dari seorang LO tidak lepas dari koridor yang berhubungan dengan permasalahan legal atau hukum. Bisa itu masalah perizinan, dokumentasi, perjanjian kerja, pidana serta perdata, perjanjian kerjasama, sengketa antar perusahaan, maupun masalah hubungan industrial pada perusahaan.

Perihal kualitas video yang direview, bukanlah ranah yang menjadi tanggung jawab seorang LO. Tumpang tindih tugas dan tanggung jawab divisi sebuah perusahaan menandakan ketidakprofesionalan dan kebingungan dari pembagian tugas dari perusahaan itu sendiri. Walahuallam, apakah memang seorang LO di PT Eigerindo multi produk ditugaskan untuk hal seperti itu? Hanya internal mereka yang bisa menjawab.