Prajurit TNI Ditahan Karena Menyanyi Dukung Rizieq
Beritapapua.id - Prajurit TNI Ditahan Karena Menyanyi Dukung Rizieq - Pikiran Rakyat

Prajurit TNI Ditahan Karena Menyanyi Dukung Rizieq – Seorang prajurit TNI Angkatan Udara berinisial Serka BDS ditahan, setelah videonya bernyanyi mendukung pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq viral di media sosial.

Video tersebut diambil pada saat anggota TNI tengah melakukan perjalanan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, untuk melakukan tugas pengamanan terhadap massa yang akan datang menyambut kedatangan Rizieq Shihab pada Senin, (9/11) kemarin.

Dalam video sejumlah anggota TNI tengah berada di dalam truk militer yang disebut akan menuju ke Bandara Soekarno-Hatta.

Kemudian, saat melintas di sekitaran Jalan Jatinegara, Jakarta Timur, prajurit yang bersangkutan merekam sebuah video dan memberikan komentar tentang tugas yang berbeda dengan tugas yang diberikan oleh Komando.

Adapun tugas anggota TNI pada saat itu ialah melakukan pengamanan terhadap obyek vital Nasional Bandara Soekarno-Hatta, bukan untuk mengawal kepulangan Habib Rizieq Shihab.

“On the way bandara, persiapan pengamanan Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Kami bersamamu Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Takbir, Allahuakbar!,” kata seorang prajurit perekam video.

Video tersebut kemudian menjadi viral di berbagai media sosial.

 Baca Juga: Pemerintah Papua Barat Kumpulkan Data Peserta Vaksinasi Covid-19

Tidak Dilarang Dalam Bermedsos

Akibat perbuatannya, Serka BDS ditahan di Pusat Polisi Militer Angkatan Udara atau POM AU. Saat ini kasusnya sudah masuk ke tahap penyidikan.

Kadispen TNI AU, Marsma Fajar Adriyanto mengatakan kalau setiap anggota TNI itu diperkenankan untuk menggunakan media sosial seperti masyarakat pada umumnya. Namun dalam menggunakan media sosial, anggota TNI juga harus menuruti peraturan yang ada.

“Intinya, sebetulnya tidak dilarang untuk bermedsos, tapi ada aturan, rambu-rambu, dalam bermedsos seperti perintah Panglima TNI dan KASAU. Dia melanggar perintah itu,” katanya.

Fajar juga mengatakan bahwa anggota TNI harus netral, tidak bertentangan dengan pemerintah.

“Itu yang tidak dibolehkan karena TNI harus netral, termasuk dalam bermedsos. Kan harus netral, tidak bertentangan dengan pemerintah, tidak boleh ada ideologi selain Pancasila. Ada aturan yang harus dipatuhi,” kata Fajar.

Fajar kemudian mengimbau agar prajurit TNI mengikuti aturan, terutama dalam menggunakan media sosial.

“Oleh karena itu, saya mengimbau kepada anggota TNI AU, kalau bermedsos, ikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh Panglima TNI dan KSAU,” tegasnya.