Prajurit TNI Ditetapkan Sebagai Tersangka Pembakaran di Papua
Beritapapua.id - Prajurit TNI Ditetapkan Sebagai Tersangka Pembakaran di Papua - iNews

Prajurit TNI Ditetapkan Sebagai Tersangka Pembakaran di Papua – Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Puspomad) telah menetapkan delapan prajurit TNI AD sebagai tersangka kasus pembakaran rumah dinas kesehatan di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Delapan prajurit TNI AD tersebut adalah Kapten Inf SA, Letda Inf KT, Serda MFA, Sertu S, Serda ISF, Kopda DP, Pratu MI, dan Prada MH. Mereka ditetapkan sebagai tersangka atas hasil penyelidikan dan penyidikan tim gabungan TNI AD dan Kodam XVII/Cendrawasih.

Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menginvestigasi kasus kebakaran rumah dinas kesehatan di Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua. Yang terjadi pada 19 September silam. Dari hasil investigasi tersebut, ditemukan adanya indikasi kesengajaan yang dilakukan sejumlah aparat keamanan.

Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan, terungkapnya kasus tersebut berawal dari keterangan saksi. Yakni tiga orang saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Saat rumah itu terbakar, para saksi melihat ada sejumlah orang berpakaian loreng khas seragam TNI berada di lokasi kejadian.

“Berdasarkan keterangan saksi, mereka melihat lebih dari satu orang berada di lokasi dan menggunakan seragam TNI. Dan ada yang menenteng senjata,” kata Frits.

Peristiwa pembakaran rumah dinas kesehatan tersebut juga menyebabkan kerugian sekitar Rp 1,3 miliar. Sebagai gantinya, Kepala Staff Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa berjanji akan membangun kembali rumah dinas kesehatan itu seperti semula.

Baca Juga: Kabar Duka Bupati Nduga Yairus Gwijangge Meninggal Dunia

Mahfud MD Apresiasi Penetapan Tersangka

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengapresiasi langkah tegas TNI AD. Yang mana telah menetapkan delapan prajuritnya sebagai tersangka dalam kasus ini.

“Pemerintah mengapresiasi TNI, terutama dalam hal ini TNI AD yang telah mengambil langkah cepat dengan memperhatikan hasil kerja dari TGPF yang dibentuk oleh pemerintah,” ujar Mahfud dalam keterangan tertulis, Jumat (13/11).

Mahfud pun menegaskan bahwa pemerintah tidak akan bulu dalam menindak para pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut. Menurutnya, saat ini para pelaku sudah dibawa ke pengadilan untuk diadili.

Ia pun mengapresiasi temuan bukti oleh Komnas HAM dalam rentetan kasus ini.

“Saya apresiasi juga teman-teman dari Komnas HAM yang telah melakukan penyelidikannya sendiri dan menemukan hal yang sebagian besar sama,” terang Mahfud.