Presiden Perancis Singgung Umat Islam
Beritapapua.id - Presiden Perancis Singgung Umat Islam - Pikiran Rakyat

Presiden Perancis Singgung Umat Islam – Presiden Perancis, Emmanuel Marcon dianggap menghina Islam setelah dirinya membuat pernyataan yang menyudutkan umat Islam.

Pada Kamis (22/10), Marcon mengeluarkan pernyataan bahwa Ia tidak akan melarang percetakan karikatur nabi Muhammad yang sempat beberapa kali menimbulkan kontroversi.

Yang terakhir, seorang guru bernama Samuel Patty dipenggal karena menunjukkan karikatur tersebut kepada para muridnya. Dua orang murid kemudian memberitahu Abdullakh Anzarov, yang notabene merupakan sang eksekutor dengan imbalan 6 juta rupiah.

Atas insiden ini, Marcon pun menyatakan bahwa Perancis memberikan penghormatan pada Paty karena mewakili nilai-nilai sekuler dan demokrasi Perancis. Tidak hanya itu, Marcon pun menyebut sang eksekutor sebagai seorang pengecut.

Lalu, pada Minggu (25/10), Marcon pun menegaskan bahwa Perancis akan terus mempertahankan nilai-nilai negaranya.

“Kami tidak akan pernah menyerah kepada radikal Islam. Kami tidak menerima ujaran kebencian dan mempertahankan debat yang masuk akal,” tulis Marcon lewat cuitan pada akun twitternya.

Dalam tradisi Islam sendiri, menggambar nabi Muhammad dan Allah, adalah hal yang sangat dilarang. Namun, pemerintah Perancis tidak membatasi kebebasan berekspresi demi suatu kelompok atau komunitas tertentu karena dinilai dapat merusak persatuan.

Baca Juga: Hukuman Mati Bagi Oknum Polisi Pengedar Narkoba

Seruan Boikot Terhadap Produk Perancis

Pernyataan Marcon sendiri memancing amarah dari berbagai umat muslim seluruh dunia. Seruan untuk memboikot produk-produk Perancis pun mulai bermunculan. Dari pantauan media sosial tagar #BoycottFrance dan #Boycott_French_Product sempat menjadi trending untuk beberapa saat.

Seruan untuk memboikot produk Perancis juga muncul dari aktivis-aktivis berbagai negara Islam sebagai bentuk protes terhadap Marcon. Kuwait misalnya, beberapa jaringan supermarket mulai mengeluarkan produk Perancis dari rak sebagai bentuk aksi protes.

Di Qatar, Alwajba Dairy Company dan Almeera Consumer Goods mengatakan bahwa mereka akan memboikot produk Perancis, dan akan memberikan produk lain sebagai alternatif.

Sedangkan dari Indonesia, anggota DPR RI dari Gerindra, Fadli Zon menilai bahwa pernyataan Marcon adalah bentuk diskriminasi yang melukai banyak umat Islam di seluruh dunia. Ia pun menyerukan ajakan untuk memboikot produk Perancis.

“Ini contoh pemimpin negara yang Islamophobia diskriminatif dan rasis. Mari kita boikot produk-produk Perancis !” seru Fadly  di akun twitternya, @fadlizon, Selasa (27/10).