Presiden Pertama
Presiden Pertama yang Dimakzulkan Dua Kali

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menjadi presiden pertama di AS yang dimakzulkan sebanyak dua kali. Pemakzulan kedua terhadap Donald Trump terjadi justru menjelang pelantikan Presiden AS ke 45, Joseph Robinette Biden Jr, atau yang kerap kita kenal sebagai Joe Biden.

Kekalahan Donald Trump pada kontestasi pemilihan presiden di AS menjadi pemicu beberapa aksi kekerasan. Ketidakdewasaan para pendukung Trump menunjukkan betapa negara demokrasi tersebut, masih harus belajar banyak tentang apa itu demokrasi.

Aksi kekerasan yang kemudian merembet hingga terjadinya penyerangan di Gedung Capitol di AS, disinyalir terjadi karena hasutan Trump melalui sosial media, yang berujung dimatikannya akun twitter @RealDonaldTrump.

Gedung kongres yang menjadi kebanggan AS hancur diserang oleh pendukung Trump. Lima orang meninggal akibat kekerasan yang cukup memalukan AS di mata internasional. Trump dituding menjadi presiden terburuk yang pernah dipilih oleh AS.

Bagaimana Proses Impeachment

Baca juga: Corona, 6 Kabupaten di Papua Sudah Mulai Sekolah Tatap Muka

Atas dugaan hasutan Trump yang berujung terjadinya penyerangan ke Gedung Capitol, anggota DPR dan Senat AS kembali melakukan pemakzulan terhadap Trump. Sidang pemakzulan terhadap Trump akan dimulai pada 8/2/2021 mendatang.

Impeachment atau pemakzulan merupakan proses konstitusional yang dilakukan oleh anggota DPR dan senat yang disebut kongres, atas dugaan kejahatan yang dilakukan oleh pejabat publik pemerintahan.

Kongres diberikan kewenangan untuk mencopot presiden, wakil presiden maupun pejabat pemerintah sipil lainnya, jika dinyatakan bersalah dalam sidang pemakzulan atas kejahatan pengkhinatan, korupsi maupun kejahatan kecil dan besar lainnya.

Atas dugaan kejahatan baik tinggi maupun kecil, awalnya akan didebat oleh DPR AS untuk menentukan apakah kejahatan ini akan dibawa ke sidang pemakzulan atau tidak. Untuk bisa menentukan terjadinya sidang, dibutuhkan suara mayoritas di DPR untuk mengetuk palu dan menggulirkan bola tersebut ke tahapan yang lebih tinggi lagi, yaitu Senat AS.

Senat yang terdiri dari 100 kursi di parlemen, akan melakukan sidang pemakzulan atas dugaan tersebut. Dibutuhkan suara mayoritas dari senat agar seorang presiden bisa dipaksa untuk meletakkan jabatannya. Paling tidak 2/3 suara senat harus bulat mendukung pemakzulan ini. Maka mayoritas partai pendukung presiden memegang peranan penting di sini.