Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Panti Pijat Distrik Heram
beritapapua.id - Pria paruh baya ditemukan tewas di Panti Pijat. (Dok. Polresta Jayapura)

Pria paruh baya ditemukan tak bernyawa di Panti Pijat Timung Sakura tepatnya di Jalan Expo Waena Distrik Heram, Sabtu (19/03/2022).

Ia ditemukan sekitar Pukul 19.30 WIT dalam salah satu kamar Panti Pijat Timung Sakura dengan posisi terlentang di atas kasur tanpa menggunakan baju.

Kepolisian Sektor Heram yang mendatangi TKP dan langsung merespon dengan melakukan olah TKP.

Dari hasil penyelidikan, Kanit Reskrim Polsek Heram Ipda Rustam, S.H korban berusia sekitar 58 tahun bernama Yoram yang merupakan warga Sentani Kabupaten Jayapura.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Gustav R. Urbinas, S.H., S.IK., M.Pd melalui Kapolsek Heram AKP Frangky Rumbiak membenarkan peristiwa penemuan mayat tersebut.

Kronologi Kejadian

“Menurut keterangan saksi Yolanda (36) yakni pemilik Panti Pijat tersebut, korban diketahui datang untuk dipijit sekitar pukul 19.15 WIT, oleh saksi korban langsung diantarkan ke salah satu kamar untuk menerima jasa layanan pijit dari Sdri. Nana (42),” terang Kapolsek.

Ketika di dalam kamar menurut saksi bernama Nana (42) sekira Pukul 19.17 WIT saat korban hendak untuk dipijat tiba-tiba mengeluh merasakan panas di bagian dadanya dan langsung tak sadarkan diri.

Melihat kejadian tersebut Nana melaporkannya ke pemilik Panti Pijit Yolanda yang kemudian tiba bersama suaminya untuk melihat kondisi korban.

Baca Juga: Cadangan Minyak Goreng di Papua Barat Aman Hingga Hari Raya Paskah dan Bulan Ramadhan

“Menyikapi situasi tersebut, pemilik Panti Pijit melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Heram via telepon. Anggota kami langsung datang ke TKP dan menemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa di atas kasur,” jelasnya.

Ia pun menuturkan, usai melakukan pemasangan garis polisi, pihaknya langsung menghubungi rumah sakit Bhayangkara Kotaraja untuk melakukan evakuasi jenazah korban.

“Dugaan sementara dari hasil pemeriksaan saksi di lokasi kejadian, korban meninggal dunia kemungkinan akibat serangan jantung. Namun untuk lebih memperjelas atau memastikan penyebab korban meninggal dunia, keluarga korban meminta untuk dilakukan otopsi,” imbuhnya.

Kapolsek pun menambahkan, dari hasil otopsi jenazah korban, dr. Jimmy Sembay, S.Pf, korban meninggal dunia akibat serangan jantung, atau posisi jantung membengkak hingga menyumbat aliran oksigen ke otak.

“Pihak keluarga pun menerima kematian korban karena sakit, bukan karena hal lain, karena ditubuh korban tidak ditemui adanya tanda-tanda kekerasan dan dengan didukung oleh hasil otopsi yang menyatakan korban meninggal dunia karena serangan jantung,” pungkasnya.