Prinsip Bergaul dalam Islam: Berbuat Baik Kepada Sesama
Ilustrasi berbuat baik kepada sesama (foto : republika.co.id)

Dalam agama Islam kita mengenal konsep Al-Ihsan yang artinya perbuatan baik. Allah sangat menyukai hamba-Nya yang berbuat baik. Dalam surat Al Baqarah ayat 195 Allah ta’ala berfirman,

وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“…… dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik “. (Al-Baqarah:195).

Begitu pula dalam surat Yunus ayat 26, Allah ta’ala berfirman,

لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ ۖ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ ۚ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.”

Orang yang berbuat baik kepada sesama merupakan orang yang mendapatkan pahala. Penting bagi umat muslim agar menjadikan hal ini sebagai prinsip hidup. Pasalnya, berbuat baik bukanlah untuk kepentingan orang lain.

Namun, berbuat baik juga untuk kepentingan kita sendiri. Bagaimana bisa? Mari simak hadis berikut. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda,

فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنِ النَّارِ وَيَدْخُلَ الْجَنَّةَ فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِى يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْهِ

Barangsiapa ingin dijauhkan dari neraka dan masuk ke dalam surga, hendaknya ketika ia mati dalam keadaan beriman kepada Allah, dan hendaknya ia berperilaku kepada orang lain sebagaimana ia senang diperlakukan oleh orang lain.” (HR. Muslim, no. 1844)

Perlakukan Orang Lain Sebagaimana Kita Ingin Diperlakukan

Sepintas, kita akan berpikir bahwa tindakan baik adalah hal yang sia-sia. Maksudnya, tindakan baik itu hanya untuk orang lain dan bukan untuk kita. Misalnya, kita memberikan kawan kita makanan.

Baca Juga : Dengan Jual Es Jeruk Peras, Dua Bapak Ini Hasilkan Rp 15 juta Sebulan

Apa untungnya bagi kita? Uang kita habis dan kita tidak mendapatkan makanan tersebut. Namun, jangan salah. Ada banyak hal baik yang kita dapatkan dari amalan tersebut.

Pertama, tentu saja kasih dan cinta dari Allah subhanahu wa ta’ala. Bahkan, Allah akan memberikan pahala dan balasan yang setimpal.

Kedua, perbuatan baik itu akan kembali kepada kita sendiri. Dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – خَادِمِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ ” رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis tersebut, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajak umatnya untuk saling mencintai satu sama lain. Mengapa? Hal ini karena tindakan tersebut tersebut akan kembali kepada kita.

Manfaat Berbuat Baik

Selanjutnya, perbuatan baik bukanlah semata-mata untuk lain. Amalan tersebut kemudian akan berbalik kepada kita dalam bentuk perbuatan yang sama. Artinya, orang lain akan melakukan hal yang sama kepada kita kala kita berbuat baik padanya.

Namun, perlu kita ketahui bahwa tidak selalu orang yang sama yang membalas perbuatan tersebut. Allah Maha Adil dan Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kita. Misalkan kita tidak mendapatkan balasan baik dari orang lain, tidak mengapa.

Kemudian, Allah akan membalas perbuatan tersebut oleh orang lain. Atau, Allah subhanahu wa ta’ala akan membalas perbuatan tersebut langsung melalui surga-Nya.

Jadi, jangan pernah lelah berbuat baik, ya!