Pusat Perikanan Papua
Produksi Melonjak, Mimika Bisa Jadi Pusat Perikanan Papua

Kementerian Perikanan dan Kelautan menyebut Mimika dapat menjadi pusat perikanan Papua. Hal ini lantaran produksi sektor perikanan Mimika yang melonjak.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti, membenarkan hal tersebut. Ia sangat berharap bahwa masyarakat Papua, khususnya Mimika, dapat sejahtera dari sektor perikanan.

“Kami berharap masyarakat Papua, khususnya Mimika, bisa sejahtera dari sektor kelautan dan perikanan,” ungkap Artati Widiarti, mengutip dari Antara, Selasa (16/02/2021).

Baca juga: Nelayan Asli Papua Mendapat Bantuan Dari Dinas Perikanan

Berdasarkan data, produksi ikan Mimika periode 2017-2020 mengalami peningkatan ekstrem. Pada tahun 2017, produksi ikan Mimika mencapai 17.168 ton dan naik menjadi 28.397 pada 2018. Dalam satu tahun, kenaikan hampi 50 persen.

Kemudian, pada tahun 2019, produksi ikan Mimika mencapai 43.637 ton. Pada tahun 2020, produksi ikan kembali naik ke angka 59.686 ton.

Dari angka tersebut, produksi ikan Mimika dapat memenuhi kebutuhan masyarakat lokalnya. Bahkan, hasil laut Mimika sudah menyebar ke pasar domestik. Sekitar 54.990 ton atau 91 persen sudah menjangkau Surabaya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.407.347 ekor ikan hidup dikirim ke luar pulau. Sebagai besar, yakni 77 persen dikirim ke Jakarta. Sisanya menuju Merauke, Denpasar, Makassar dan Jayapura.

Kemudian, 8 persennya merupakan ikan beku yang dikirim ke kota besar lainnya. Antara lain seperti Jakarta, Merauke, Medan, Semarang, Makassar dan Jayapura.

Ketersediaan Fasilitas Mampu Genjot Produksi Pusat Perikanan Papua

Baca juga: Fenomena Bucin (Budak Cinta) dan Islam

Menurut Artati Widiarti, produktivitas hasil laut Mimika melonjak sejak Kementerian Kelautan dan Perikanan (SKPT) beroperasi. Pada tahun 2017, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendirikan SKPT di Mimika dengan fasilitas yang memadai.

Kepala Dina Perikanan Kabupaten Mimika, Leentje Siwabessy, pun setuju dengan ungkapan tersebut. Menurutnya, sejak SKPT berdiri, semakin banyak kapal perikanan yang berlabuh.

“Banyak kapal yang berlabuh di sini tak lain karena semakin lengkapnya sarana dan prasarana yang tersedia di SKPT Mimika. Hal ini yang menjadi daya tarik kapal untuk berlabuh di sini,” ungkap Leentje Siwabessy.

Selama 2020, terdapat 1.053 kapal yang berlabuh di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Paomako, Mimika. Dari angka tersebut, sebanyak 980 unit merupakan kapal ikan dan 73 uni adalah kapal barang.

PDSPKP memberikan 1 unit cold storage atau gudang beku berkapasitas 100 ton dan 1 unit cold storage 200 ton. Selain itu, mereka juga menambah armada kapal penangkap ikan bermesin 3 GT sebanyak 23 unit, 1 unit crane, dan 1 unit mobil pendingin.

Tak hanya PDSPKP, bantuan juga datang dari lembaga lain. Kementerian PUPR misalnya, menyumbang sistem pengolahan air minum (SPAM). Kemudian, Kementerian ESDM menyumbangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 75 kWp.

Ada pula Solar Pack Dealer Nelayan (SPDN) yang merupakan pemberian Pertamina.

Fasilitas yang lengkap tersebut kemudian mampu mendorong produksi hasil laut Mimika. Bahkan, hasil tersebut terus meningkat meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Saya bangga SKPT Mimika sangat produktif dan ini menunjukkan Papua bisa jadi salah satu kekuatan pangan di sektor perikanan,” pungkas Artati Widiarti.