Prosedur Penerbangan di Masa Kelaziman Baru
beritapapua.id - Prosedur Penerbangan di Masa Kelaziman Baru - Media Indonesia

Prosedur Penerbangan di Masa Kelaziman Baru – Indonesia sedang menyambut era kelaziman baru, dimana segala aktivitas akan kembali normal namun wajib mengikuti protokol baru yang telah ditetapkan. Indonesia juga harus bersiap ketika membuka kembali perbatasan dengan negara lain.

Dikutip dari detik, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa di era kelaziman baru nanti, penumpang yang melakukan perjalanan ke atau dari luar negeri wajib melakukan test polymerase chain reaction (PCR). Test ini bertujuan untuk mendeteksi material genetik virus corona. Apabila penumpang yang bersangkutan telah melakukan test PCR di negara keberangkatannya, penumpang tersebut hanya perlu menunjukkan dokumen hasil test PCR ketika tiba di Indonesia. Apabila test PCR dilakukan di Indonesia, penumpang yang menunggu hasil test PCR diwajibkan untuk menjalani karantina di tempat akomodasi karantina khusus yang telah disediakan pemerintah atau di tempat yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaraan akomodasi karantina covid-19 dari Kementerian Kesehatan.

Untuk penerbangan domestik, test PCR tidak diwajibkan bagi  penumpang. Budi Karya mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin memberatkan penumpang penerbangan domestik dengan test PCR. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers virtual yang dilakukan di Jakarta (9/6). Oleh karena itu, test PCR hanya dikhususkan bagi penumpang penerbangan internasional. Test PCR sendiri memang dibanderol dengan harga yang relatif mahal. Harga test PCR mandiri di sejumlah rumah sakit swasta berkisar antara Rp1,9 juta hingga Rp2,5 juta.

Baca Juga: Dorce Gamalama Ingin Menjadi Supir Raffi Ahmad

Syarat Prosedur Penerbangan Dalam Negeri

Syarat untuk penerbangan dalam negeri diatur dalam Surat Edaran Gugus Tugas Nomor 7 Tahun 2020. Berikut adalah syaratnya :

  1. Bagi perjalanan orang dalam negeri wajib menunjukkan identitas KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah;
  2. Menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau surat keterangan uji rapid test dengan hasil non reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan;
  3. Menunjukkan surat keterangan bebas gejala influenza yang dikeluarkan oleh Dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas tes PCR dan Rapid Test.

Maskapai Diperbolehkan Angkut Penumpang Hingga 70 persen

Kementerian Perhubungan juga telah menghapus aturan batas maksimal jumlah penumpang sebesar 50 persen dari total kapasitas angkutan. Budi Karya menerbitkan Permenhub Nomor 41 Tahun 2020, dimana maskapai penerbangan diperbolehkan mengangkut penumpang sebanyak 70 persen dari total kapasitas angkutan. Budi Karya mengatakan bahwa 70 persen adalah angka yang aman bagi para penumpang. Tentunya, selama penumpang tetap mengikuti protokol yang telah ditetapkan selama berada di dalam pesawat.