Minyak dan Gas Bumi
Beritapapua.id - Proses Pengelasan Industri Minyak dan Gas Bumi

Menjalankan sektor industri minyak dan gas bumi (Migas) diperlukan teknologi yang tinggi, pekerja yang berkompeten, padat modal serta mengandung resiko bahaya yang besar baik bahaya kecelakaan kerja, ledakan, kebakaran dan kegagalan-kegagalan operasi yang berakibat terhentinya proses operasi, juga berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan yang pada akhirnya apabila hal-hal tersebut tidak dikelola dengan baik dan terintegrasi akan berdampak terhadap terganggunya ketersediaan minyak dan gas bumi secara nasional.

Salah satu kegiatan yang paling critical dalam kegiatan usaha migas adalah pengelasan. Pengelasan dapat dilakukan pada saat fabrikasi peralatan-peralatan yang akan digunakan dalam kegiatan usaha migas antara lain bejana tekan, tangka timbun dan pipa penyalur. Dibutuhkan keahlian khusus untuk melakukan pengelasan. Pengelasan ini sendiri merupakan salah satu program pemagangan yang ada di Petrotekno.

Untuk peningkatan kompetensi seorang Inspektur Migas atau juga juru las bidang industri Migas perlu lebih banyak mengetahui bagaimana pengelasan yang baik dan benar, serta perlu mengetahui tentang Welding Procedure Specification (WPS) atau kualifikasi prosedur las dan juru las (welder) berdasarkan standar ASME Section IX, yang bertujuan agar setiap production weld di industri migas menghasilkan hasil pengelasan yang baik (soundness weld) serta memenuhi syarat sesuai standar yang digunakan.

Baca juga: Sistem Manajemen Kompetensi Layanan Konsultasi Petrotekno

Pengelasan Industri Minyak dan Gas Bumi

Migas

Pengelasan juga dapat dilakukan pada saat berlangsungnya kegiatan operasi. Salah satu izin pekerjaan yang dikeluarkan oleh bagian HSE suatu Badan Usaha / Bentuk Usaha Tetap adalah hot work permit sebelum melakukan pengelasan yang berlangsung pada saat kegiatan operasi. Proses pengelasan yang tidak sesuai prosedur dapat menyebabkan kecelakaan kerja yang bahkan sampai menimbulkan korban jiwa (fatality). Banyak kasus yang terjadi selama ini bahwa tejadi kecelakaan kerja akibat proses pengelasan.

Berdasarkan ASME Section IX QW-490, definisi dari pengelasan adalah penyambungan terlokalisasi dari logam (metal) atau non logam yang dihasilkan dengan memanaskan material hingga temperatur las, dengan atau tanpa menggunakan tekanan (pressure), atau hanya tekanan, dengan atau tanpa menggunakan logam pengisi (filler metal). Pekerjaan pengelasan (welding) dalam industri migas harus dilakukan oleh juru las (welder) yang kompeten dan sudah terkualifikasi. WPS (Welding Procedure Specification) merupakan prosedur pengelasan tertulis yang berisi parameter-parameter pengelasan untuk memberikan arahan kepada welder dalam membuat lasan produksi (production weld) harus dilakukan kualifikasi. Hasil pengujian terhadap WPS yang dikualifikasi dituangkan kedalam Procedure QualificationRecord (PQR). WPS yang sudah terkualifikasi sesuai ASME Section IX dapat digunakan untuk prodution weld dan kualifikasi welder.