Provinsi Papua Barat Galakkan Ekonomi Hijau
Beritapapua.id - Provinsi Papua Barat Galakkan Ekonomi Hijau - Antara

Provinsi Papua Barat Galakkan Ekonomi Hijau – Provinsi Papua Barat mengembangkan green economy atau ekonomi hijau sebagai bagian dalam program pembangunan berkelanjutan daerah tersebut. Pemerintah Provinsi Papua Barat memfokuskan ekonomi hijau pada beberapa komoditas unggulan daerah seperti rumput laut, kakao, kopi, buah pala serta kelapa dalam.

Adapun komoditas tersebut dikembangkan pada beberapa wilayah Papua Barat. Seperti pengembangan rumput laut difokuskan di Teluk Wondama serta Raja Ampat, perkebunan kakao di Manokwari Selatan, buah pala di Fakfak, kopi di Pegunungan Arfak. Sedangkan kelapa dikembangkan di sejumlah kabupaten diantaranya Manokwari.

Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua Barat, Charlie Heatubun menyampaikan bahwa UK Climate Changa Unit (UKCCU), sebuah lembaga perubahan iklim Inggris sejak beberapa tahun lalu, telah melakukan pendampingan di Papua dan Papua Barat. Melalui lembaga tersebut pemerintah Kerajaan Inggris menggelontorkan dana sebesar Rp 400 miliar untuk Papua dan Papua Barat. Yang difokuskan pada pengembangan ekonomi hijau

“Secara ekonomi manfaatnya jelas, masyarakat sudah menikmati hasil dari jerih payahnya. Kami berharap ini menjadi pemicu bagi masyarakat yang lain, bahwa memanfaatkan potensi alam tanpa merusak lingkungan itu juga bisa menghasilkan uang,” kata Charlie.

Baca Juga: Pengeroyokan Anggota TNI Oleh Anggota Moge

Gubernur Papua Barat Optimistis Bangkitkan Ekonomi

Provinsi Papua Barat Galakkan Ekonomi Hijau
Beritapapua.id – Provinsi Papua Barat Galakkan Ekonomi Hijau – Berita Terkini

Sementara itu, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan optimistis investasi hijau mampu membangkitkan perekonomian Papua Barat. Selain APBD provinsi, Pemerintah juga memberikan dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui APBN. Selain itu pemerintah kabupaten dan kota mendorong program yang sama.

“Dalam Deklarasi Manokwari, investasi hijau menjadi salah satu pilihan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Dengan mengoptimalkan pemanfaatan potensi unggulan daerah diharapkan ekonomi masyarakat bangkit,” katanya.

Gubernur menyatakan bahwa melalui pihaknya akan meningkatkan kapasitas petani, sehingga hasil produksinya bisa dikirim ke pasar domestik maupun pasar global. Sebab sejauh ini, sejumlah komoditas unggulan produksi petani Papua Barat telah berhasil menembus pasar global.

Diantaranya ada hasil panen rumput laut dari petani Teluk Wondama dikirim ke Surabaya. Kemudian adapula ekspor biji kakao kering dari Kabupaten Manokwari Selatan ke sejumlah negara Eropa. Sementara untuk kopi arabika yang dikembangkan di Kabupaten Pegunungan Arfak. Sudah bisa kita nikmati hasil panennya, dan diharapakan dalam beberapa tahun ke depan produksinya sudah lebih besar dan stabil.

“Untuk saat ini produksinya masih rendah, ini yang harus menjadi perhatian. Kemampuan petani harus kita tingkatkan, untuk pasar sudah terbuka,” kata Gubernur Mandacan.