jenazah
beritapapua.id - Provokator Penolakan Jenazah Positif Corona, Terancam 7 Tahun Penjara - Warta Ekonomi

Polisi telah menetapkan 3 warga yang menolak pemakaman jenazah Perawat positif Corona di Banyumas, Jawa Tengah. 3 tersangka aksi penolakan pemakaman jenazah seorang perawat yang meninggal dunia karena Covid-19 terancam kurungan penjara selama 7 tahun.

Ketiga orang yang telah dijadikan tersangka adalah K (46) dan S (45). Keduanya warga Desa Glempang, Kecamatan Pekuncen. Sedangkan seorang lainnya adalah K (57) warga Desa Kedungwaringin, Kecamatan Patikraja, tersangka kasus serupa di tempat kejadian perkara (TKP) Desa Kedungwaringin.

“Tersangka K (57), warga Kedungwaringin dikenakan Pasal 212 KUHP dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman dua tahun penjara,” jelas Kasat Reskrim Polresta Banyumas AKP Berry dilansir dari detik.com.

Pasal 212 KUHP berbunyi:

“Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang waktu itu menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat yang bersangkutan sedang membantunya. Diancam karena melawan pejabat dengan pidana paling lama satu tahun empat bulan”

“Sedangkan tersangka K (46) dan S (45), warga Glempang dikenakan Pasal 214 KUHP dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit menular dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara” ujar Berry.

Pasal 214 KUHP berbunyi :

“Paksaan dan perlawanan tersebut dalam Pasal 212, bila dilakukan oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun”

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmi Tetapkan Covid-19 sebagai Bencana Nasional

Ada Kemungkinan Jumlah Tersangka Bertambah

K (57) berprofesi sebagai pegawai negeri sipil (PNS), sedangkan tersangka K (46) dan S (45) merupakan buruh dan perangkat desa. “Ya, PNS mendekati masa pensiup (TKP penolakan Desa Kedungwaringin). Buruh dan perangkat (TKP penolakan Desa Tumiyang),” ucap Berry melalui pesan singkat kepada wartawan tadi pagi.

Pada wawancara terpisah, Kapolresta Banyumas Kombes Whisnu Caraka mengatakan ada kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah. Saksi-saksi juga masih diperiksa terkait kasus ini. “Ada kemungkinan akan bertambah, kemungkinan-kemungkinan itu pasti ada. Dari tiga orang yang kita tetapkan sementara sebagai tersangka, aka nada tambahan-tambahan lain,” ujar Whisnu Caraka kepada wartawan di kantornya.