Proyek Kereta Sorong-Manokwari akan segera dimulai
beritapapua.id - Proyek Kereta Sorong-Manokwari akan segera dimulai - Tempo

Proyek Kereta Sorong-Manokwari akan segera dimulai – Proyek perkeretaapian Sorong-Manokari yang direncanakan pada tahun 2020, akan segera dimulai pengerjaannya oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat. Dilansir dari Tempo.co, Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat, Agustinus Kadakolo menjelaskan bahwa telah ada investor yang siap membiayai pembangunan proyek Kereta Sorong-Manokwari.

Pemerintah daerah pun akan segera menyelesaikan beberapa kekurangan maupun dokumen persyaratan pembangunannya, seperti diantaranya izin lingkungan atau amdal (analisa dampak lingkungan), alih fungsi lahan dari KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), pembebasan lahan serta rekomendasi para bupati serta wali kota.

Agustinus menuturkan bahwa dokumen amdal proyek tersebut telah siap sejak tahun lalu namun harus kembali dilakukan revisi. Namun untuk urusan rekomendasi para kepala daerah, masih tersisa Bupati Kabupaten Sorong. Rekomendasi Gubernur baru siap diterbitkan apabila seluruh bupati dan walikota sudah menyerahkan dokumen tersebut.

Dinas Perhubungan juga akan segera mengajukan alih fungsi lahan ke KLHK, sebab jalur kereta api ini akan melintasi kawasan hutan lindung. Sedangkan mengenai pembebasan lahan, Pemprov Papua Barat akan berkoordinasi dengan seluruh kabupaten/kota agar tahap awal pembangunan ini berjalan lancar. Setelah seluruh dokumen siap barulah akan diajukan ke Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Baca Juga: Bupati Kutai Timur Terjerat OTT oleh KPK

Gubernur Papua Barat Temui Investor Pembangunan Kereta Sorong-Manokwari

Sementara itu, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan beserta sejumlah jajarannya telah menemui perwakilan dari investor yang akan membiayai pembangunan itu. Para investor yang berasal dari dalam negeri itu menyatakan siap membiayai pembangunan seluruh sarana perkeretaapian dari pemasangan rel hingga stasiun. Gubernur pun berharap agar masyarakat dapat mendukung pembangunan tersebut. Sebab kehadiran kereta api akan memperlancar mobilitas penumpang maupun barang di seluruh daerah. Sehingga masyarakat dapat memiliki alternatif baru untuk moda transportasinya dan jalur perdagangan semakin terbuka untuk pertumbuhan sektor lainnya.

Jalur kereta api di Papua Barat nantinya akan menghubungkan seluruh kabupaten/kota, dari Kota Sorong sampai di Manokwari dengan panjang sekitar 500 kilometer. Diperkirakan proyek ini membutuhkan anggaran sekitar Rp38 triliun. Sebelumnya, Kepala Bidang Perkeretaapian Dinas Berhubungan Provinsi Papua Barat, Max L Sabarofek mengatakan proyek pekerjaan perkeretaapian ini akan dimulai Sorong, Kota Sorong, Kabupaten Sorong hingga Ayamaru di Kabupaten Maybrat dengan jarak panjang sekitar 75 kilometer. Jika tidak ada hambatan ground breaking (peletakan batu pertama) akan segera dilaksanakan.

Max menjelaskan, bahwa tim survei sudah mendata lahan dan bangunan untuk proses pembebasan lahan. Dia berharap menambahkan, da sharing anggaran antara provinsi, kota/kabupaten serta pemerintah pusat dalam proses pembebasan lahan tersebut. Agar pembayaran lahan nantinya dapat sesuai dengan NJOP (nilai jual obyek pajak).