PSBB Sudah Diberlakukan, Depok Ramai Lancar
beritapapua.id - Razia pada akses masuk Kota Depok oleh gabungan TNI-Polri, dalam rangka pemberlakukan PSBB Kota Depok - Foto: Istimewa

Daerah penunjang DKI Jakarta mulai diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), antara lain Kota Depok, Jawa Barat, hingga 28 April 2020 mendatang.

Terlihat dari pantauan, masih banyak kendaraan dari arah Jakarta yang memasuki Kota Depok dengan berbagai latar belakang. Kelengkapan seperti yang disyaratkan dalam PSBB di Kota Depok tidak lupa diperiksa. Sejumlah ruas jalan masih dipadati kendaraan bermotor meskipun volumenya tidak seperti hari-hari sebelum PSBB diberlakukan.

Baca Juga: Gubernur Papua Lukas Enemba Dievakuasi ke RSPAD Jakarta

Kegiatan dan Fasilitas Umum yang Berpotensi Menimbun Massa Dibatasi

Aktivitas masyarakat masih belum terpengaruh signifikan oleh diberlakukannya PSBB ini. Dimungkinkan banyak perusahaan yang tidak meliburkan karyawannya secara keseluruhan, dan aktivitas pekerja harian yang menyebabkan keramaian ini terjadi.

Dibatasinya kegiatan yang berpotensi menimbun massa dan ditutupnya beberapa fasilitas umum seperti: Pusat kebugaran, kegiatan olahraga berkerumun dan tempat-tempat hiburan, tampak tidak berpengaruh pada trafik aktivitas masyarakat Kota Depok.

PSBB Sudah Diberlakukan, Depok Ramai Lancar
beritapapua.id – Keramaian jalan Kompol M Jasin (Akses UI) pada Kamis, 16/04/2020, pagi – Foto: Istimewa

Salah satu warga, Andi, seorang pekerja harian yang diminta keterangannya, berpendapat meskipun dengan adanya pemberlakukan PSBB di Kota Depok, kegiatannya masih berjalan terus karena kebutuhan hidup kesehariannya sangat bergantung pada aktivitas yang dilakukan.

“Sebagai buruh harian kita kan harus tetap kerja, mau itu ada pembatasan juga, terus anak istri siapa yang mau kasih makan? Yang penting kita jaga jarak dan menggunakan masker saat berada di tempat umum seperti ini,” ujar Andi.

Meskipun masih terlihat ramai, namun keramaian yang biasanya terjadi pada sejumlah titik di Kota Depok seperti Raya Margonda, dan Akses UI tidak menunjukkan kepadatan seperti biasanya.

Kesadaran masyarakat untuk menjaga jarak dan untuk tidak berkerumun lebih dari 5 orang sudah menjadi pemandangan yang biasa. Begitu pula dengan penggunaan masker saat berada di tempat umum.

Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan bahayanya penularan Covid-19, yang sedang menjadi pandemi nasional.