PTM Berlaku Untuk Sekolah Dengan Jumlah Siswa Banyak
beritapapua.id - Protasius Lobya. (Dok. Papua)

Pelaksana Tugas Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua Protasius Lobya mengatakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas hanya berlaku bagi sekolah yang jumlah siswanya banyak.

Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua per 22 Oktober 2021 mengeluarkan surat edaran terkait PTM terbatas. Kata Lobya, surat itu penting untuk memberikan kepastian kepada sekolah melakukan proses PTM terbatas, terutama di daerah-daerah yang masuk ke dalam kategori yang berpeluang potensi sebaran Covid-19.

“Surat edaran saya sudah keluarkan tinggal menunggu surat edaran resmi gubernur,” ujarnya.

Daerah yang sudah melakukan PTM terbatas di antaranya Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, dan sebagian sekolah di Kabupaten Timika dan Kabupaten Merauke.

Ia juga mengatakan sekolah dengan jumlah siswa yang sedikit tidak perlu melakukan PTM terbatas. Dengan jumlah siswa yang sedikit tersebut membuat sekolah bisa melaksanakan PTM otomatis full.

“Jumlah siswa yang sedikit kan tidak usah tatap muka terbatas, secara otomatis full itu. Jangan sekolah jumlah cuma berapa siswa lalu bikin terbatas, misalnya cuma 10 orang per kelas lalu terbagi dua lagi, tapi itu harus sudah full,” katanya.

Namun, Lobya mengimbau agar pihak sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini agar angka penambahan Covid-19 tidak terjadi selama ada PTM terbatas.

“Intinya kita mencari solusi di mana prioritas mutu pendidikan, tapi tidak juga mengabaikan disiplin kesehatan. Kita harus ada sinergi,” ujarnya.

Vaksinasi Syarat Wajib Untuk PTM Terbatas

Kepala SMA YPPK Teruna Bakti Waena Cornelia Ragainaga mengatakan hanya siswa yang telah melakukan vaksinasi Covid-19 yang dapat mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah.

“Yang belum vaksin akan belajar secara online. Mereka akan belajar sama dengan jadwal PTM terbatas juga,” ujarnya.

Baca Juga: NPC Papua Menambah Torehan Emas Dari Cabor Atletik

Cornelia mengatakan untuk mendukung PTM terbatas sekolahnya bekerja sama dengan Puskesmas Waena. Unit Kesehatan Sekolah telah membentuk Satgas Covid-19. Tugasnya melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap siswa yang belajar di sekolah.

“Dari 753 siswa sudah 80 persen menerima vaksin Covid-19,” katanya. Cornelia mengatakan sekolahnya melakukan PTM terbatas karena telah mengantongi izin dari orang tua siswa. Selain itu sudah ada izin dari Satgas Covid-19 maupun Dinas Pendidikan Provinsi Papua.

“Surat izin dari Dinas Pendidikan Provinsi Papua baru Jumat, 29 Oktober 2021 kami terima,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMA Gabungan Jayapura Sandra G. Titihalawa mengatakan bahwa alasan adanya pelaksanaan PTM terbatas adalah agar program sekolah penggerak dapat berjalan maksimal apabila terlaksana secara tatap muka di sekolah.

“Itu perlu dilaksanakan karena SMA Gabungan menjadi salah satu sekolah penggerak di Kota Jayapura,” katanya.

PTM terbatas di SMA Gabungan Jayapura akan mulai berjalan pada 1 November 2021. Dan PTM terbatas itu hanya berlaku khusus bagi siswa kelas X. Dari 150 siswa kelas X tersebut dibagi dalam dua kelompok, yakni kelompok A dan B dengan jumlah siswa per kelas 15 orang.