Pusat Perbelanjaan Jakarta Aktif Kembali Mulai 5 Juni 2020
beritapapua.id - Pusat Perbelanjaan Jakarta Aktif Kembali Mulai 5 Juni 2020 - Statistik Jakarta

Sejumlah pusat perbelanjaan di DKI Jakarta berencana buka kembali pada tanggal 5 Juni 2020. Ketua APPBI DKI Jakarta, Ellen Hidayat, menyatakan pembukaan kembali mall tersebut sejalan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta No. 489 Tahun 2020.

Dari Pergub tersebut, diketahui bahwa perpanjangan PSBB yang ditetapkan Gubernur DKI Anies Baswedan mulai 21 Mei 2020, akan berakhir pada 4 Juni 2020.

“Rencana mal akan dibuka mulai 5 Juni 2020. Ada juga yang 8 Juni 2020,” ungkap Ellen Hidayat.

Setidaknya ada 64 Mall atau pusat perbelanjaan yang rencana akan beroperasi kembali, namun dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebelumnya, Kemenko Perekonomian tengah melakukan kajian awal mengenai skenario pemulihan ekonomi Indonesia dengan mengoperasikan kembali sejumlah sektor yang dibagi ke dalam beberapa tahapan.

Baca Juga: PON XX Papua usulkan digelar pada Oktober 2021

Lesunya Pendapatan UMKM Akibat Pandemi

Pandemi Covid-19 memiliki dampak besar terhadap lesunya sektor UKM dan UMKM. Berdasarkan hasil survey pada bulan Mei 2020, sebanyak 96% pelaku UKM mengaku sudah mengalami dampak negatif Covid-19 terhadap proses bisnisnya. Sebanyak 75% di antaranya mengalami dampak penurunan penjualan yang signifikan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa terdapat empat sektor yang paling tertekan akibat wabah virus corona atau Covid-19 yaitu rumah tangga, UMKM, korporasi, dan sektor keuangan.

Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengalami tekanan akibat tidak dapat melakukan kegiatan usaha sehingga kemampuan untuk memenuhi kewajiban kredit terganggu. Oleh sebab itu, Non Performing Loan (NPL) perbankan untuk UMKM turut berpotensi memperburuk kondisi perekonomian.

Sejarah perekonomian Indonesia mencatat besarnya kontribusi UMKM dalam menghadapi beragam krisis yang di alami negeri ini. Pada masa krisis moneter 1998, UMKM menjadi penyangga ekonomi nasional. Sementara di masa krisis keuangan global  2008, UMKM tetap kuat menopang perekonomian nasional.

Namun kini sektor UMKM kembali diuji ketahanannya ketika virus corona Covid-19 merebak dalam beberapa bulan terakhir. Sebagian pengamat memperkirakan sektor UMKM akan mengalami kesulitan menahan dampak yang timbul akibat wabah Covid-19 tersebut.

UMKM dinilai sebagai sektor yang paling rentan terhadap krisis ekonomi karena Covid-19. Pasalnya, jenis usaha ini sangat bergantung pada perputaran uang hasil penjualan barang dagangan. Jika penyebaran virus corona dan dampaknya tak ditangani secara cepat, sektor UMKM dikhawatirkan akan terpuruk.