Putin Larang Investor Barat Jual Saham Bank dan Energi dari Rusia
beritapapua.id - Presiden Rusia Vladimir Putin. (Dok. Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo)

Presiden Rusia Vladimir Putin melarang investor dari negara-negara Barat dan sekutunya menjual saham di proyek energi dan perbankan hingga akhir tahun ini.

Mengutip Reuters, Minggu (7/6), Putin menerbitkan kebijakan itu pada Jumat (5/7) lalu.

Dalam aturan disebutkan negara Barat dan sekutunya dilarang menjual aset mereka dalam perjanjian bagi hasil, aset di bank, aset di perusahaan yang memproduksi peralatan energi, serta aset di perusahaan yang memproduksi minyak, gas, batu bara, dan nikel.

Larangan itu [disebut-sebut] mencakup semua perusahaan di sektor keuangan dan proyek energi besar. Salah satunya proyek minyak dan gas Sakhalin-1.

Sementara, Exxon sebagai salah satu pihak yang memiliki saham di proyek minyak dan gas Sakhalin-1 menolak berkomentar dengan aturan baru Putin. Namun, perusahaan mengaku sedang berusaha keluar dari proyek tersebut.

Baca Juga: Moeldoko: Pemerintah Ubah Skema Subsidi

Begitu juga dengan UniCredit Italia dan Intesa, group AS Citi dan Raiffeisen Austria yang sedang berusaha mencari opsi untuk keluar dari Rusia.

Di sisi lain, Societe Generale dan HSBC mengklaim telah menemukan jalan untuk hengkang dari Rusia.

Citigroup sendiri enggan berkomentar dengan kebijakan baru Putin. Namun, manajemen terus mengurangi eksposur ke Rusia dengan berhenti meminta klien baru dari Negara Beruang Merah itu.