Ratusan Pasien Covid-19 Kota Sorong Dirawat di Rumah Sakit
beritapapua.id - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sorong Ruddy Rudolf Lakku. (foto : Antara)

Sekitaran 157 pasien Covid-19 bergejala di Kota Sorong masih mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit yang ada di daerah itu.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Sorong, Ruddy Rudolf Lakku mengatakan bahwa ratusan pasien yang terpapar virus korona masih mendapatkan perawatan di lima rumah sakit Jayapura.

“Ratusan pasien Covid-19 bergejala tersebut dirawat di lima rumah sakit yakni rumah sakit Sele be Solu 25 pasien, Pertamina 20 pasien, TNI Angkatan Laut 38 pasien, rumah sakit darurat Covid-19 44 pasien, dan Maleo 7 pasien, dan rumah sakit JP Wanane sebanyak 23 pasien,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa masih terdapat penambahan pasien Covid-19 di Kota Sorong pada pekan ini. Dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap 30 spesimen dalam pekan ini, ke-30 spesimen tersebut positif. Hal ini membuat jumlah kasus pasien positif korona di Kota Sorong menjadi bertambah.

Dan penambahan 30 spesimen yang positif tersebut membuat total kasus Covid-19 di Kota Sorong mencapai 4.951 kasus.

Total pasien COVID-19 yang telah terkonfirmasi sembuh sebanyak 4.339 orang. Dan untuk total warga kota Sorong yang meninggal dunia akibat Covid-19 hingga pekan terakhir telah mencapai 83 orang.

“Masih ada 1.177 spesimen yang dalam pemeriksaan laboratorium dan masih menunggu hasilnya,” ujarnya.

Cegah Covid-19 Dengan Penerapan Protokol Kesehatan Yang Ketat

Ruddy mengimbau masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan tidak keluar rumah jika tidak ada urusan yang mendesak. Kepedulian masyarakat akan protokol kesehatan ini juga bisa membantu pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Baca Juga : Dinkes Papua Berencana Berikan Anggarkan Penanganan HIV-Aids

Ia mengatakan bahwa Kota Sorong sedang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) penyesuaian. Oleh karena itu ia berharap agar masyarakat yang tidak mempunyai kepentingan penting untuk keluar rumah mohon tinggal di rumah. Karena kerjasama masyarakat dalam menekan angka penyebaran virus yang tinggi saat ini juga penting.

Hilangkan pandangan bahwa virus corona sudah tidak ada sebab hasil pemeriksaan laboratorium masih ada masyarakat yang terkonfirmasi positif korona serta meninggal dunia menunjukkan virus masih ada.

“Mari kita terapkan protokol kesehatan yakni rajin cuci tangan, selalu gunakan masker, jaga jarak dan hindari kerumunan demi melindungi diri dan keluarga dari penyebaran COVID-19,” tambah dia.