Rekonsiliasi Habib Rizieq dengan Pemerintah
Beritapapua.id - Rekonsiliasi Habib Rizieq dengan Pemerintah - Detik

Rekonsiliasi Habib Rizieq dengan Pemerintah – Muhammad Rizieq Syihab berbicara soal peluang rekonsiliasi dengan pemerintah. Rizieq menegaskan rekonsiliasi bisa terjadi bila tidak ada lagi kecurangan.

“Kalau ada mengatakan, Habib Rizieq, bisakah ke depan ini kita melakukan rekonsiliasi? Saya katakan sekali lagi, rekonsiliasi hanya bisa berdiri atas dasar niat dan tekad yang baik,” kata Rizieq, lewat akun Youtube Front TV, Selasa (10/11).

Habib Rizieq menegaskan, tidak mungkin sebuah rekonsiliasi bisa berjalan jika pintu dialog tak dibuka. Menurutnya, hingga kini pemerintah tidak membuka pintu dialog sama sekali.

“Tidak ada rekonsiliasi tanpa dialog, dialog itu penting, sudah dan enggak boleh penguasa itu tangkap kanan tangkap kiri, kriminalisasi sudah engga boleh,” ujarnya.

Ia menegaskan akan mengapresiasi perlakuan baik pemerintah, namun dia akan mengkritik perlakuan buruk pemerintah. Baginya ini adalah sikap objektif.

“Selama pemerintah baik, kita akan apresiasi. Kita akan terima kasih. Tapi kalau mereka membuat aturan-aturan yang merugikan rakyat, yang merusak agama, yang menghancurkan akhlak, wajib untuk kita lawan,” kata Rizieq.

Ia pun menegaskan kalau Front Pembela Islam (FPI) bukanlah musuh pemerintah dan negara. Menurutnya yang menganggap FPI sebagai musuh hanyalah kecurangan dan kezaliman.

Baca Juga: Pembahasan RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol

Tanggapan Dari Partai Politik

Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan tidak mempermasalahkan peluang rekonsiliasi antara pemerintah dengan FPI. Selama ini, PKS dan FPI memang secara konsisten menunjukkan sikap sebagai oposisi dari pemerintah.

“Ya hal-hal itu (rekonsiliasi dengan pemerintah) tentu kita serahkan kepada Habib rizieq, ya. Sebagai anak bangsa saya kira hal-hal yang rekonsiliasi dan sebagainya menjadi hal-hal niscaya lah. Makanya yang sering kali beliau ingatkan itu, beliau yang tidak inginkan dalam kehidupan ini kan masalah kezaliman,” ucap Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, Rabu (11/11).

“Kalau rekonsiliasi itu harus menjadi suatu keharusan yang memang kalau memang tidak ada lagi kezaliman, apa yang harus dipermasalahkan. Saya kira itu,” tambahnya.

Berbeda dengan PKS, Partai Amanat Nasional (PAN) justru menyambut gembira mengenai peluang rekonsiliasi tersebut. Ketua Umum PAN, Zulfikli Hasan menyatakan bahwa dirinya bersedia menjadi fasilisator untuk mewujudkan hal tersebut.

“Saya siap menjadi mediator dan memfasilitasi rekonsiliasi. Semuanya demi kepentingan bangsa dan negara,” tegas Zulkifli.