Rencana Hubungan Diplomatik Indonesia Dengan Israel
Beritapapua.id - Rencana Hubungan Diplomatik Indonesia Dengan Israel - Detik

Rencana Hubungan Diplomatik Indonesia Dengan Israel – Indonesia dikabarkan akan menjalin hubungan diplomatik lewat normalisasi hubungan dengan Israel. Kabar ini dihembuskan oleh salah satu media Israel, Times of Israel. Berdasarkan sumber dari media tersebut, Indonesia dikabarkan akan mengikuti langkah beberapa negara arab yang telah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Negara-negara Arab seperti Uni Emirat Arab, Bahrain dan Maroko memang telah melakukan normalisasi hubungan dengan Israel melalui mediasi dari Amerika Serikat.

Sumber tersebut kemudian menyebutkan bahwa dua negara lain akan turut serta melakukan normalisasi hubungan dengan Israel, yakni Indonesia dan Oman. Sumber tersebut juga mengatakan bahwa Presiden AS, Donald Trump akan segera merealisasikan hal ini sebelum meninggalkan jabatannya Januari 2021, karena kalah di kontestasi pilpres AS dari Joe Biden.

Berbagai tanggapan atas isu ini muncul dari berbagai pihak. Ada yang optimis, dan ada juga yang pesimis.

Ekonom dari Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan bahwa Indonesia bisa memanfaatkan Israel sebagai pasar non-tradisional. Selain itu, Manilet juga menilai Israel merupakan salah satu negara dengan teknologi terbaik di dunia. Untuk itu, Indonesia bisa menggaet Israel untuk investasi di bidang teknologi.

Berbeda dengan Manilet, Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad justru melihat isu ini lebih cenderung menimbulkan sentiment negatif bagi rakyat Indonesia. Tauhid menilai bahwa rakyat Indonesia memiliki hubungan batin dengan Palestina. Yang akan mengakibatkan penolakan rakyat Indonesia terhadap normalisasi hubungan antar Indonesia dengan Israel.

Baca Juga: Wakil KSAD Herman Asaribab Asal Papua Meninggal Dunia

Bantahan dari Kemenlu

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menegaskan bahwa hingga saat ini, pemerintah Indonesia belum melakukan proses apapun terkait normalisasi hubungan dengan Israel.

“Kemlu RI tidak melakukan langkah-langkah seperti yang dituliskan oleh media di atas, dan saya tidak tahu latar belakang tulisan tersebut,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, Senin (14/12), seperti yang dilansir dari CNN.

Faizasyah pun menegaskan bahwa Indonesia tetap berpegang terhadap konstitusi dan akan terus mendukung kemerdekaan Palestina.

“Pelaksanaan politik luar negeri yang dijalankan Kemlu dalam konteks konflik Palestina-Israel senantiasa berpegang pada amanat konstitusi,” tegas Faizasyah.