Rendahnya Vaksinasi, Menkes Rekomendasikan PON XX Tanpa Penonton
beritapapua.id - venue PON XX Papua Oktober 2021. (foto: rri)

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 terlaksana tanpa adanya penonton.

Untuk itu Pihak panitia PON XX Papua 2021 segera melakukan rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga secara daring pada Jumat (27/8/2021) kemarin.

Hasilnya dalam rapat tersebut, pihak Kemenkes mengeluarkan rekomendasi terkini soal penyelenggaraan PON XX Papua yang akan berlangsung pada Oktober mendatang.

Salah satu rekomendasi yang Kemenkes keluarkan adalah kemungkinan PON XX Papua 2021 bisa terlaksana tanpa kehadiran penonton.

Alasan utama Kemenskes memberi rekomendasi tersebut lantaran tingkat vaksinasi Covid-19 yang masih rendah dan tingkat risiko infeksi yang cukup tinggi. Dan hal tersebut bisa memicu munculnya klaster baru penyebaran kasus Covid-19.

“Kemenkes telah menyusun buku pedoman kesehatan selama penyelenggaraan PON dengan menekankan protokol kesehatan yang sangat ketat,” bunyi rekomendasi Kemenkes.

Baca Juga: PB PON Siapkan 18 RS Rujukan Selama Penyelenggaraan PON XX

“Direkomendasikan agar selama penyelenggaraan PON untuk tidak dihadiri penonton sebagai upaya mencegah klaster penyebaran Covid-19 di Papua.”

Pihak Kemenkes juga merekomendasikan pada gelaran PON XX nanti, agar hanya atlet, pelatih, official, panitia pelaksana, dan Liaison Officer (LO) yang bisa berada di dalam arena pertandingan.

Jelang PON XX, Vaksinasi Masih di Bawah 50 persen

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Papua per 26 Agustus 2021, cakupan vaksinasi di empat klaster penyelenggara PON masih di bawah 50 persen.

Kota Jayapura misalnya, cakupan vaksinasi dosis pertama di sana baru mencapai 47 persen dan dosis kedua 29,6 persen.

Tak jauh berbeda, Kabupaten Jayapura baru sanggup menyelenggarakan 43,9 persen vaksinasi dosis pertama dan 27,4 persen vaksinasi dosis kedua.

Cakupan vaksinasi dosis pertama di Mimika mencapai 43,6 persen dan dosis kedua 29,6 persen.

Sedangkan Merauk memiliki data vaksinasi dosis pertama baru 48,6 persen dan dosis kedua 31,8 persen.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pun telah menginstruksikan agar masyarakat yang berada di sekitar arena sudah mendapat vaksinasi Covid-19 sebelum PON XX mulai pada 2-15 Oktober 2021.