Renewable Energy
Beritapapua.id - Renewable Energy dari Tanah Papua

Renewable Energy dari Tanah Papua – Papua memiliki kemelimpahan dalam soal sumber daya alam dan mineral. Salah satu topik yang menarik untuk dikulik pada saat ini salah satunya berkutat pada energi terbarukan. Sumber daya alam Papua sangat beragam dan keberagaman tersebut sangat bisa dikembangkan dan dikonversikan untuk sumber energi baru yang lebih ramah lingkungan.

Salah satu pemuda yang sedang menggarap hal tersebut adalah Richard Mahuze. Richard menyelesaikan S1 di Oregon Technology dan S2 di Cornell University. Awal ia mengambil jurusan electrical engineering di Oregon Institute of Technology (OIT) karena melihat sebuah acara inagurasi astronaut NASA. Ketertarikannya pada bidang tersebut lahir ketika mendengarsalah satu astronaut yang memiliki latar pendidikan Bachelor of Science in Electrical Engineering.

Pendidikan S1 Richard di (OIT) dapat terjadi berkat beasiswa OTSUS Provinsi Papua yang diberikan kepada anak-anak Papua berprestasi melalui program Matrikulasi Prof. Yohanes Surya di tahun 2011. Pendidikan S2 ia tempuh di Cornell University juga terwujud karena mendapat beasiswa LPDP Beasiswa Indonesia Timur (BIT). Di sana ia belajar tentang system engineering yang akan dibutuhkan di berbagai sektor dalam revolusi industri 4.0 yang sedang terjadi di Indonesia. Ia menjadi anak Merauke atau anak Papua pertama yang berkuliah di universitas Ivy League.

Baca juga: Vanda Astri Korisano, Pilot Perempuan dari Tanah Timur Indonesia

Renewable Energy Sumber Daya dari Papua

Richard Mahuze
Beritapapua.id – Richard Mahuze

Setelah menempuh pendidikan tinggi hingga S2, Richard melihat bahwa Papua membutuhkan solusi yang berkelanjutan dalam bidang kelistrikan karena banyak sekali daerah di Papua yang potensinya bisa dikembangkan kalau saja ada akses listrik yang reliable. Renewable energy di Papua dan Indonesia secara umum akan berkembang pesat. Sumber daya yang belum dimaksimalkan ini akan menyediakan aliran listrik yang ramah lingkungan di tempat-tempat terpencil.

Berbekal pengalaman langsung di lapangan itulah Richard kembali ke Amerika dan melakukan project untuk membangun off-grid power system dengan teman-temannya disana. Project ini diperuntukan untuk Papua. Mereka kemudian mendapat funding dari kampus untuk mendesain dan membangun proof-of-concept. Sistem ini bertenaga hybrid karena di Papua ada pegunungan, kepulauan, daerah berangin, daerah berawan, dan daerah berkabut. Dengan kondisi alam Papua cukup beragam Richard ingin membangun sesuatu yang dapat digunakan secara luas. Richard pun bergabung dengan Papua Muda Inspiratif, komunitas anak-anak muda Papua yang punya tujuan membangun Papua dengan inovasi dan kolaborasi. Ia bergabung karena ingin ikut dalam kemajuan Papua.