Revolusi Kelistrikan Nasional
Revolusi Kelistrikan Nasional 75 Tahun PLN Menerangi Indonesia. Sumber: Google

Revolusi Kelistrikan Nasional 75 Tahun PLN Menerangi Indonesia – Hadirnya Perusahaan Listrik Negara (PLN) merupakan sejarah panjang yang menjadi simbol kemerdekaan Indonesia. Hal ini paling tidak ditandai dengan direbutnya perusahaan listrik yang kala itu dikuasai Jepang oleh pemuda-pemuda Indonesia. Itu terjadi pada bulan September 1945.

Menurut Rida Mulyana, Direktur ESDM pada webinar bedah buku “75 Tahun PLN Menerangi Negeri”. Tantangan PLN dalam mengaliri listrik ke seluruh Indonesia, merupakan bagian dari upaya pemerintah hadir untuk rakyat.

Buku ini hadir sebagai media agar masyarakat bisa memahami sejarah lahirnya PLN dengan perspektif yang berbeda. Sejarah yang membahas lahirnya Nederlandche Indische Electriciteit Maatschappij (NIEM – Perusahaan Listrik Hindia Belanda – red). Hingga berpindah tangan pada zaman pendudukan Jepang dan akhirnya berhasil direbut oleh Indonesia.

Pada tanggal 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno kemudian mengubah nama perusahaan listrik ini dan membentuk Jawatan Listrik dan Gas. Perusahaan tersebut di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga dengan kapasitas awal sebesar 157,5 MW.

Mengutip Rida Mulyana, dengan sejarah panjang PLN dari pembangkit listrik yang dipergunakan sebagai sumber energi pabrik teh dan gula Belanda. Hingga menjadi perusahaan yang kini telah menerangi 99,9% wilayah di Indonesia. Buku ini layak dibaca karena menjelaskan secara rinci perjalanan PLN sebagai bagian dari kemerdekaan Indonesia. Tak lupa dihadirkan dengan pendekatan visual yang begitu memukau.

Tri Haryono: “Listrik Merupakan Simbol Kedaulatan”

Baca juga: Teluk Bintuni, Papua Barat, Punya Sekolah Vokasi Terbaik

Menurut Tri Haryono, penulis “75 Tahun PLN Menerangi Negeri”, urgensi pembuatan buku ini adalah jarangnya sejarah PLN dikupas secara tuntas dengan riset yang memadai. Buku ini hadir mengisahkan perjuangan para pekerja PLN dalam menyinari dan mengaliri listrik hingga ke pelosok.

Tantangan mengaliri listrik ke seluruh pelosok Indonesia. Terutama pada tahun 1945 hingga 1949, merupakan tantangan besar yang dihadapi dengan risiko kehilangan nyawa. Sama seperti risiko perjuangan fisik Indonesia dalam merebut kedaulatan pada Agresi Militer II Belanda.

Kisah-kisah menyentuh dari para pekerja pada awal-awal kemerdekaan, dikupas dengan tuntas. Menurutnya, salah satu poin menarik dari buku ini adalah, bagaimana PLN menjadi simbol kemerdekaan Indonesia. Betapa pentingnya peran listrik dalam menyatukan Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat.

Tantangan Menyajikan Visual Yang Memukau

Selain menyajikan sejarah panjang PLN dengan begitu detail, buku kedua yang dibedah dengan judul “Menerangi Indonesia Memajukan Bangsa” pun menghadirkan visual yang begitu memukau. Tantangan mengalirkan listrik pada daerah-daerah dengan kondisi geografis yang berisiko, divisualisasikan dengan begitu apik oleh fotografer hadir di lapangan.

Menurut Arbain Rambey, Kurator buku “Menerangi Indonesia Memajukan Bangsa”, tantangan fotografer yang mengerjakan enam provinsi sekaligus serta masa pandemi, membuat proses pengambilan gambar begitu sulit. Namun tantangan ini berhasil dilewati dan mereka berhasil menghadirkan esai foto panjang yang mampu mengisahkan perjalanan PLN selama 75 tahun dengan begitu mengesankan.

Menurutnya, esai foto ini benar-benar membawa pembaca larut dalam kisah perjalanan dan perjuangan PLN dalam menyalurkan listrik. Kondisi geografis Indonesia yang begitu menantang, digambarkan oleh buku ini, agar masyarakat bisa mengetahui betapa sulitnya mengalirkan listrik di Indonesia.

Menghargai Sejarah PLN Sebagai Bagian dari Cinta Tanah Air (Revolusi Kelistrikan Nasional)

Menurut Darmawan Prasodjo, Wakil Direktur Utama PLN, memahami dan mempelajari sejarah PLN lewat buku ini, mampu membangkitkan rasa cinta kita terhadap negara. Tantangan tiap zaman PLN dalam mengaliri listrik yang menjadi nikmat kita sebagai masyarakat, merupakan simbol bahwa negara hadir untuk warganya.

Tokoh-tokoh pemimpin PLN pada masanya, dengan tantangannya masing-masing, merupakan sejarah yang penting untuk pembelajaran akan potensi tantangan yang hadir di masa depan. Rekam yang disajikan secara apik dengan tantangan geografis yang luar biasa, merupakan modal yang sangat penting untuk mengurai permasalahan-permasalahan yang telah, sedang maupun di masa depan.