Rianti Cartwright Melahirkan Anak Pertama, Setelah Menikah 9 Tahun
beritapapua.id - Rianti Cartwright Melahirkan Anak Pertama, Setelah Menikah 9 Tahun - IDN Times

Penantian Selama 9 tahun Artis Rianti Cartwright, akhirnya membuahkan hasil manis. Pasalnya ia dikabarkan telah melahirkan anak pertamanya pada 25 Juli 2020 pukul 18.50 WIB dengan berat 3,74 kg dan panjang 51 cm di RSIA Bunda Jakarta. Bayi menggemaskan berjenis kelamin perempuan ini diberi nama Cara Rose Kanaya Nainggolan.

Sebelumnya Rianti dan suami, Cassanova Alfonso menjalankan proses bayi tabung agar dapat hamil, namun tidak mudah baginya karena usia yang tidak lagi muda.

“Tapi aku karena umur sudah 36 tahun, jadi enggak banyak proses yang kami lalui, biasanya kan ada inseminasi dulu, nah kita tuh harusnya Maret 2019 sudah embrio transfer, nah katanya hormon di dalam tubuh aku tuh terlalu bergejolak jadi harus nunggu reda, jadi April 2020 baru embrio transfer,” ucap Rianti Cartwright.

Rianti Cartwright Melahirkan Anak Pertama, Setelah Menikah 9 Tahun
beritapapua.id – Rianti Cartwright Melahirkan Anak Pertama, Setelah Menikah 9 Tahun – IDN Times

Memang banyak cara alternatif untuk mendapatkan momongan, mulai dari program hamil hingga adopsi. Namun, Rianti tak mau mengadopsi anak hanya sekadar sebagai pancingan, jika suatu saat nanti melakukan adopsi pun, keinginan itu benar-benar dari hati untuk merawat bayi itu sebagai anaknya.

Baca Juga: Prajurit TNI AD di Papua Barat Positif Covid-19

Simak Kelebihan dan Kekurangan Dari Proses Bayi Tabung

Memiliki momongan adalah impian bagi setiap pasangan, berbagai macam dilakukan salah satunya melalui proses bayi tabung. Metode ini adalah proses pembuahan yang terjadi di luar tubuh, yaitu di dalam tabung. Secara medis, proses ini dikenal dengan in vitro fertilization (IVF). Setelah sel telur dibuahi, embrio tersebut akan kembali dimasukkan ke dalam rahim. Biasanya, siklus untuk IVF akan memakan waktu sekitar tiga minggu.

Namun dari proses bayi tabung tersebut ada kelebihan dan kekurangannya. Berdasarkan hasil analisa, kelebihan dari bayi tabung cenderung lebih kuat. Mereka juga akan lebih kebal dari serangan berbagai penyakit dibandingkan dengan lainnya. Selain itu memberikan kesempatan lebih besar untuk mengandung bayi kembar. Ini dikarenakan saat melakukan metode bayi tabung dapat menghasilkan beberapa embrio.

Dari semua kelebihan ada beberapa resiko karena tidak selalu menghasilkan. Oleh karena itu harus ekstra sabar dalam melakukan perawatan dan konsultasi intensif hingga menunggu kepastian keberhasilan. Secara umum, faktor keberhasilan program bayi tabung adalah 25%, yang berarti masih banyak kemungkinan yang akan terjadi, termasuk kegagalan program.

Terlebih lagi biaya yang tidak sedikit untuk proses bayi tabung. Di Indonesia, harga rata-rata yang harus dikeluarkan mulai dari 60 sampai 100 juta Rupiah hanya untuk prosedur in vitro fertilization saja, diluar tindakan lain yang dibutuhkan.