Ribuan Pasien di Papua Barat Berjuang Lawan Covid-19
beritapapua.id - Juru bicara Satgas COVID-19 Papua Barat dokter Arnold Tiniap. (foto : antara)

Sebanyak 3.497 pasien di Provinsi Papua Barat kini sedang berjuang melawan Covid-19 agar bisa sembuh dari paparan virus Covid-19. Karena kasus positif Covid-19 di Papua Barat saat ini melonjak dratis sebesar 60 persen. Dengan lonjakan tersebut sekarang terdapat 150 terpapar setiap harinya.

Juru bicara Satgas Covid-19 Papua Barat dr. Arnold Tiniap mengatakan bahwa ada lonjakan penyebaran virus Covid-19 di atas 60 persen.

“Tingkat penularan virus corona di provinsi ini sudah di atas 60 persen dengan temuan kasus lebih dari 150 orang terpapar setiap harinya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa ledakan kasus positif Covid-19 di Papua Barat bukan hal yang direkayasa atau dipolitisasi oleh paramedis.

Dan ia tegaskan bahwa virus Covid-19 memang benar adanya. Sedikitnya 216 nyawa manusia di bumi Kasuari ini sudah meninggal dunia akibat Covid-19.

“Saya perlu tegaskan bagian ini, bahwa tenaga kesehatan (nakes) yang terlibat dalam tim COVID-19 adalah pribadi yang disumpah. Karena profesi yang digeluti adalah profesi mulia untuk keselamatan nyawa manusia,” kata dr. Arnold Tiniap.

Rumah Sakit Papua Barat Telah Over Kapasitas

Arnold Tiniap juga mengatakan bahwa fasilitas kesehatan rumah sakit di Papua Barat khusus yang menangani pasien Covid-19 sudah over kapasitas. Hal ini lantaran adanya ledakan kasus positif Corona di Provinsi tersebut.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan dan tetap menerapkan 3M. Karena menurutnya upara para medis tidak akan bisa berhasil hentikan laju penularan virus jika masyarakat tetap abaikan protokol kesehatan.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Melonjak, 7 Rumah Sakit di Jayapura Penuh

Dia mengakui, bawah upaya Pemerintah memformulasikan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM mikro/darurat merupakan salah satu alternatif untuk mengajak masyarakat kembali sadar, bahwa kita sudah terjebak.

Sementara itu, pimpinan lembaga representasi kultur atau Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Maxsi Nelson Ahoren, di Manokwari mengimbau kepada masyarakat adat di dua wilayah adat (Domberai-Bomberai) di provinsi itu agar taat protokol kesehatan.

“Sebagai pimpinan lembaga kultur, saya mengimbau kepada masyarakat adat Papua Barat agar taat protokol kesehatan. Kita orang Papua sudah sedikit, jangan sampai virus ini mengurangi jumlah kita, hanya karena kita abaikan protokol kesehatan,” pesan Maxsi Nelson Ahoren.