Ribuan Warga Lapago Melakukan Aksi Demo Penolakan DOB
beritapapua.id - Suasana demo ribuan warga Lapago menolak rencana pembentuak DOB. (Foto: Papuainside)

Masyarakat dari berbagai elemen se-Lapago, kembali menggelar aksi demo penolakan DOB, Kamis (10/3/2022), di halaman kantor DPRD Jayawijaya untuk menolak adanya rencana pemerkaran di wilayah tersebut.

Aksi demo warga ini sebagai bentuk protes dan penolakan terhadap rencana pemerintah pusat, untuk membentuk beberapa Daerah Otonomi Baru (DOB) di Tanah Papua, termasuk rencana pembentukan Provinsi Pegunungan Tengah.

Pasalnya, keinginan adanya pemekaran muncul dari para elite politik bukanlah berasal dari hati nurani rakyat Lapago, yang menganggap DOB akan semakin membuat keresahan bagi masyarakat.

Terdapat beberapa poin yang menjadi tuntutan para pendemo yakni:

  1. Warga Lapago dengan tegas menolak rencana pembentukan DOB,
  2. Mengutuk keras para elit politik di Lapago, yang terlibat rencana pembentukan DOB dengan menyatakan mosi tidak percaya,
  3. Pemekaran provinsi bukan hal yang mendesak, karena rakyat Papua butuh hidup damai, pemekaran tidak bisa dibahas sepihak seperti kebijakan Otsus.

Menghentikan Pembahasan Pembentukan DOB

Masa juga meminta pemerintah pusat dalam hal ini Kemendagri, agar segera menghentikan pertemuan dengan bupati se-pegunungan tengah Papua, untuk membahas pembentukan DOB di wilayah Lapago.

“Kemendagri batalkan pertemuan bersama para bupati di Lapago, rakyat juga mengutuk keras bagi elite politik dan mosi tidak percaya terhadap bupati se-Pegunungan Tengah,” kata Dano Tabuni selaku koordinator aksi saat membacakan aspirasinya di hadapan perwakilan anggota DPRD yang menemui pedemo.

Baca Juga: Perhakhi Melantik 7 Advokat Baru di Jayapura

Menurutnya, pemekaran provinsi bukan hal yang mendesak. Jika permintaan ini tidak diindahkan rakyat akan menutup semua aktivitas kantor pemerintahan di wilayah Lapago.

Ia menilai, pembahasa pemekaran tidak bisa secara sepihak seperti kebijakan Otsus di Papua. Karena tidak ada unsur yang untuk melibat masyarakat dalam memberikan aspirasi, sebab hanya segelintir orang saja yang membahas.

Dalam aksi itu, setiap perwakilan dari masing-masing kabupaten mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dari mereka. Semua menolak adanya pemekaran provinsi, karena rakyat yang akan menjadi korban.

Anggota DPRD Jayawijaya, Yustinus Asso yang menerima aspirasi masyarakat tersebut mengatakan, akan meneruskan aspirasi kepada tingkatan yang lebih tinggi.

“Aspirasi ini akan kami teruskan dalam waktu dekat, setelah internal DPRD Jayawijaya akan berkoordinasi,” kata Yustinus Asso.