Rizieq Punya Dokumen Perjanjian Dengan BIN
Beritapapua.id - Rizieq Punya Dokumen Perjanjian Dengan BIN - Tempo

Rizieq Punya Dokumen Perjanjian Dengan BIN – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab mengatakan bahwa dirinya memiliki dokumen perjanjian dengan Badan Intelijen Negara (BIN).

Rizieq menyampaikan hal ini dalam siaran langsung yang ditayangkan oleh akun youtube Front TV, Selasa (10/11). Ia pun mengklaim kalau dokumen tersebut belum pernah dibukanya ke publik.

“Dokumen ini belum saya buka ke masyarakat. Saya pikir gak ada perlunya saya buka, kecuali darurat,” ucap Rizieq dalam tayangan tersebut.

Sebelumnya, dalam acara tersebut, Rizieq menceritakan bahwa dirinya sempet dituduh oleh badan intelijen Arab Saudi sebagai buronan dari BIN. Ia pun kemudian membantah hal tersebut dan mengatakan bahwa ia punya bukti dokumen perjanjian dengan BIN.

“Apa buktinya?’ Saya punya dokumen perjanjian antara saya dengan Badan Intelijen negara Indonesia, saya terjemahkan lagi dalam bahasa Arab,” ucap Rizieq.

Rizieq meneruskan bahwa saat ia menunjukkan dokumen itu, pihak intelijen Arab Saudi pun merasa kaget, dan meminta maaf kepada Rizieq.

“Resmi di situ, dan dokumen ini kan belum saya buka ke masyarakat. Saya pikir nggak ada perlunya saya buka, kecuali darurat, saya tunjukkan, mereka kaget. ‘Anda punya perjanjian begini bagus dengan negara, Anda tidak punya masalah kok dilaporkan macam-macam’. Nah ini yang jadi persoalan,” tutur Rizieq.

 Baca Juga: Vaksin Terbaik Adalah Perubahan Perilaku Masyarakat

Kemungkinan Rizieq Ditangkap

Ketika meninggalkan Indonesia pada 2017 silam, Rizieq terjerat sejumlah kasus, diantaranya kasus penodaan agama, penodaan Pancasila dan dugaan pornografi. Dan saat ini Rizieq sudah tiba di Indonesia, dan berpotensi untuk ditangkap terkait kasus-kasusnya di masa lalu.

Menanggapi kemungkinan-kemungkinan tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono angkat bicara. Ia mengaku belum bisa memastikan penangkapan Habib Rizieq.

“Pokoknya kalau mau pulang, pulang saja. Kami tidak mau menanggapi itu,” kata Awi, Minggu (8/11).

Sementara itu, pengacara Rizieq, Sugito Atmo Prawiro mengklaim Rizieq sudah tidak memiliki kasus hukum lagi di Indonesia. Semua laporan yang membuatnya dipanggil aparat kepolisian sudah dihentikan.

Menurutnya, saat ini kasus yang berjalan di Indonesia hanya menjadikan Rizieq sebagai sanksi, bukan terdakwa atau tersangka seperti kasus lainnya.

“Kalau emang ada yang mancing-mancing, emang ada yang mau mancing di air keruh,” katanya.

Sugito pun memastikan bahwa Rizieq akan tinggal dengan aman di Indonesia.